KONAWE UTARA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Asmadin, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pesan WhatsApp yang beredar dan mengatasnamakan dirinya merupakan aksi penipuan.
Penegasan tersebut disampaikan Asmadin pada Rabu (24/12/2025) menyusul adanya laporan dari sejumlah kepala sekolah dan tenaga pendidik terkait pesan WhatsApp yang meminta bantuan serta dana dengan mencatut nama dan jabatannya.
“Asaya tegaskan bahwa nomor WhatsApp yang beredar tersebut bukan nomor pribadi saya. Segala bentuk permintaan uang maupun kepentingan lain yang mengatasnamakan saya adalah tidak benar dan merupakan penipuan,” tegas Asmadin.
Ia mengimbau seluruh kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP, serta tenaga pendidik dan masyarakat luas agar tidak menanggapi pesan, telepon, maupun pihak mana pun yang mengaku sebagai dirinya tanpa konfirmasi resmi.
Asmadin juga meminta agar setiap pesan atau panggilan mencurigakan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian sebagai langkah pencegahan terhadap tindak kejahatan digital.
“Jika menerima pesan atau permintaan apa pun yang mengatasnamakan saya, jangan dilayani dan langsung laporkan ke polisi,” katanya.
Menurutnya, seluruh komunikasi resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara hanya dilakukan melalui saluran dan mekanisme kedinasan. Oleh sebab itu, pihak yang menghubungi secara pribadi dengan membawa nama Kepala Dinas patut dicurigai.
Ia berharap imbauan ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran pendidikan dan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kian marak.
“Sekali lagi saya tegaskan, jangan percaya kepada orang yang mengatasnamakan saya secara pribadi. Itu tidak benar dan merupakan penipuan,” tutup Asmadin.(Kahar)













