Example 728x250
BeritaDaerah

Menaker Yassierli Kuliah Umum di UMK, Gubernur ASR Dorong Lahirnya Talenta Masa Depan Sultra

20
×

Menaker Yassierli Kuliah Umum di UMK, Gubernur ASR Dorong Lahirnya Talenta Masa Depan Sultra

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Menaker Yassierli Kuliah Umum di UMK, Gubernur ASR Dorong Lahirnya Talenta Masa Depan Sultra (Menaker) Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., memberikan kuliah umum di Aula Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (5/8/2026). Dalam kegiatan bertema “Peran Perguruan Tinggi Menyiapkan Talenta Masa Depan” tersebut, Menaker didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka (ASR).

Kuliah umum ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta mahasiswa untuk membahas tantangan dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan ekonomi global.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi tersebut secara optimal.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar pada sektor pertanian, pertambangan, perikanan dan kelautan, industri pengolahan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Seluruh sektor itu membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kegiatan ini menjadi wadah krusial dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah, sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan pembangunan daerah,” ujar Gubernur.

ASR menambahkan, tantangan pembangunan ketenagakerjaan saat ini bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Sementara itu, Menaker Prof. Yassierli menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah pola kerja secara fundamental. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Menurutnya, penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, green jobs, serta industri kreatif menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan. Namun, pengembangan keterampilan juga harus memperhatikan potensi dan kebutuhan industri di masing-masing daerah.

“Penguasaan terhadap teknologi AI, digitalisasi, green jobs, dan industri kreatif merupakan hal yang umum. Namun secara spesifik, keterampilan yang perlu dimiliki harus disesuaikan dengan kebutuhan industri setempat,” kata Prof. Yassierli.

Dalam pemaparannya, Menaker menguraikan tiga disrupsi global yang saat ini memengaruhi dunia ketenagakerjaan, yakni AI & Digitalisation Disruption, Green Transition & Sustainability, serta Demographic & Care Economy Shift. Ketiga perubahan besar tersebut, menurutnya, menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif dalam mencetak lulusan yang siap bersaing.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran teknologi bukan menggantikan manusia, melainkan mengubah jenis pekerjaan yang dilakukan.

“Peran pekerja saat ini bergeser, bukan lagi pada pekerjaan yang bersifat repetitif, tetapi memverifikasi hasil AI, menganalisis data, mengambil keputusan strategis, menyelesaikan masalah kompleks, berinovasi, dan berkolaborasi lintas disiplin,” jelasnya.

Menaker juga menyoroti masih tingginya persoalan skill mismatch di Indonesia. Ia mengungkapkan sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, sementara 60 persen perusahaan mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja kini lebih mengutamakan kompetensi yang dapat dibuktikan dibandingkan sekadar kepemilikan ijazah.

“Sebanyak 96 persen perusahaan mengakui bahwa sertifikasi kompetensi dapat memperkuat profil kandidat dalam proses rekrutmen. Sertifikasi menjadi semakin penting ketika pendidikan formal belum tentu menggambarkan seluruh keterampilan seseorang,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Prof. Yassierli mengajak mahasiswa untuk memiliki growth mindset, yakni pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui proses belajar, latihan, kerja keras, dan ketekunan.

Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta karakter yang kuat.

“Kampus harus mampu mengintegrasikan human skills secara sistematis ke dalam kurikulum, sekaligus menjadi jembatan yang kokoh dan inklusif antara dunia akademik dan dunia industri,” pungkas Menaker.

Kuliah umum tersebut mendapat antusiasme tinggi dari civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia industri dalam mencetak talenta unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun persaingan global.

Laporan : Redaksi