KOLAKA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kolaka kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi ini dikeluhkan karena dinilai mengganggu aktivitas warga yang setiap hari bergantung pada Pertalite untuk kebutuhan transportasi, usaha, maupun mobilitas lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalite. Akibatnya, banyak pengendara harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki persediaan atau terpaksa membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamax dengan harga yang lebih tinggi.
Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait penyebab kelangkaan yang terjadi. Warga berharap ada penjelasan resmi mengenai apakah kondisi tersebut disebabkan keterlambatan pasokan, kendala distribusi, peningkatan konsumsi, atau faktor teknis lainnya.
Di sisi lain, Pertamina secara berkala melakukan evaluasi dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Pada awal Agustus 2026, misalnya, harga beberapa produk BBM nonsubsidi mengalami penurunan. Namun, masyarakat menilai kebijakan tersebut tidak berkaitan langsung dengan ketersediaan Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.
Karena itu, masyarakat meminta PT Pertamina Patra Niaga memberikan informasi secara terbuka mengenai kondisi pasokan Pertalite di Kabupaten Kolaka. Penjelasan terkait stok yang tersedia, jadwal kedatangan kapal pengangkut BBM, proses penyaluran ke depot hingga distribusi ke masing-masing SPBU dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi maupun keresahan di tengah masyarakat.
Apabila kelangkaan terjadi akibat keterlambatan kapal pengangkut atau kendala logistik menuju Depot BBM Kolaka, masyarakat berharap informasi tersebut dapat disampaikan secara resmi sehingga publik memahami kondisi yang sebenarnya. Sebaliknya, apabila stok dalam kondisi aman, masyarakat berharap distribusi ke SPBU dapat dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sejumlah warga juga berharap Pertamina bersama instansi terkait melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan yang berpotensi menyebabkan kelangkaan di tingkat SPBU.
Keterbukaan informasi dari PT Pertamina Patra Niaga diyakini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan adanya penjelasan resmi mengenai kondisi pasokan dan distribusi Pertalite di Kolaka, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian informasi serta terhindar dari berbagai spekulasi yang berkembang di tengah situasi kelangkaan BBM bersubsidi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga mengenai penyebab kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Kolaka.
Laporan : HR













