Example 728x250
Bank SultraBeritaDaerah

Bank Sultra Bidik Peran Strategis sebagai Mesin Penggerak Ekonomi UMKM Sultra

8
×

Bank Sultra Bidik Peran Strategis sebagai Mesin Penggerak Ekonomi UMKM Sultra

Sebarkan artikel ini

KENDARI – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) terus memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut tercermin dari agresivitas perseroan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga sektor pertanian melalui pembiayaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Berdasarkan data kinerja per 31 Juli 2026, Outstanding Kredit UMKM Bank Sultra telah mencapai Rp1.039.238.169.475 atau sekitar Rp1,04 triliun.

Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menunjukkan kinerja yang cukup signifikan dengan outstanding mencapai Rp352.543.439.206 atau sekitar Rp352,54 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya perhatian Bank Sultra terhadap sektor ekonomi produktif yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

Tidak berhenti pada pembiayaan modal usaha, Bank Sultra juga memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan daerah.

Melalui kerja sama dengan mitra penyedia Alsintan, Bank Sultra telah merealisasikan pembiayaan dengan outstanding mencapai Rp24.801.805.996 atau sekitar Rp24,8 miliar per 31 Juli 2026.

Pembiayaan tersebut telah diberikan kepada 51 debitur dan telah menjangkau delapan kabupaten/wilayah di Sulawesi Tenggara.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bank Sultra dalam mendorong modernisasi sektor pertanian. Akses terhadap alat dan mesin pertanian diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan.

Tak Hanya Modal, UMKM Didorong Naik Kelas

Bank Sultra menyadari bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pemberian pembiayaan. Karena itu, perseroan juga menempatkan pendampingan dan pembinaan sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor UMKM.

Melalui sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai stakeholder dan instansi pembina, Bank Sultra berupaya memastikan pelaku UMKM memperoleh manfaat yang lebih luas, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas manajerial, literasi keuangan hingga penguatan daya saing produk.

Pendekatan tersebut diarahkan agar UMKM di Sulawesi Tenggara tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.

Struktur Perkreditan Diperkuat

Sejalan dengan meningkatnya fokus pada sektor produktif, Bank Sultra juga melakukan penguatan dari sisi internal melalui transformasi struktur organisasi.

Jika sebelumnya fungsi perkreditan berada dalam satu divisi, kini struktur tersebut diperkuat dan dimekarkan menjadi tiga divisi utama.

Ketiganya yakni Divisi Kredit Konsumtif dan Mikro, Divisi Kredit Menengah Komersial Korporasi & Hubungan Kelembagaan, serta Divisi Operasional Kredit.

Penguatan struktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan akselerasi penyaluran kredit sehingga pembiayaan dapat dilakukan secara lebih fokus, terukur, dan mampu menjangkau berbagai sektor perekonomian di Sulawesi Tenggara.

Bank Sultra Ingin Jadi Motor Ekonomi Daerah

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa capaian pembiayaan tersebut merupakan bagian dari visi besar Bank Sultra untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pencapaian penyaluran kredit UMKM dan KUR yang signifikan ini, serta dukungan nyata kami pada sektor pertanian melalui pembiayaan Alsintan ke pelosok daerah, adalah bukti konkret dari komitmen Bank Sultra. Kami tidak hanya sekadar hadir sebagai lembaga perbankan, melainkan kami berambisi penuh untuk menjadi motor penggerak utama perekonomian di Sulawesi Tenggara,” ujar Andri.

Menurutnya, Bank Sultra ingin memastikan potensi ekonomi masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh akses pembiayaan yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal potensi ekonomi di Sultra, mulai dari pelaku UMKM hingga para petani, memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan berdaya saing bersama Bank Sultra,” lanjutnya.

Dengan outstanding Kredit UMKM dan KUR yang secara akumulatif mencapai sekitar Rp1,39 triliun per Juli 2026, ditambah dukungan pembiayaan Alsintan yang telah menjangkau puluhan debitur di sejumlah wilayah, Bank Sultra semakin memperlihatkan arah strategisnya dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi Bank Sultra sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi perbankan, tetapi juga berupaya mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan memperluas akses pembiayaan, memperkuat pendampingan UMKM, serta mendukung modernisasi sektor pertanian, Bank Sultra menargetkan agar roda ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara terus bergerak dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Anoa.

Laporan : Redaksi