Example 728x250
BeritaDaerah

Gubernur ASR Dorong Hilirisasi, Konektivitas, dan Pariwisata Jadi Motor Kemajuan Regional Sulawesi

3
×

Gubernur ASR Dorong Hilirisasi, Konektivitas, dan Pariwisata Jadi Motor Kemajuan Regional Sulawesi

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan bahwa hilirisasi sumber daya alam, penguatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan menjadi pilar utama dalam mendorong kemajuan Regional Sulawesi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Same Hotel, Kendari, Kamis (11/6/2026).

Musrenbang Regional Sulawesi tahun ini mengangkat tema “Akselerasi Pembangunan Berkualitas yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Hilirisasi, Konektivitas, dan Pariwisata untuk Kemajuan Regional Sulawesi.” Kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah penyelenggaraan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan antarprovinsi di Pulau Sulawesi.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas secara daring, para gubernur se-Sulawesi yang diwakili sekretaris daerah dan kepala Bappeda, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, serta berbagai pemangku kepentingan yang mengikuti forum secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Musrenbang Regional Sulawesi memiliki peran penting sebagai forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan antarprovinsi sekaligus memperkuat sinkronisasi kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.

“Musrenbang Regional Sulawesi merupakan wadah untuk meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan antarprovinsi sekaligus memperkuat sinkronisasi pembangunan pusat dan daerah. Pembangunan yang kita dorong bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat,” ujar ASR.

Gubernur menjelaskan bahwa kawasan Sulawesi memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan dan perikanan hingga pariwisata. Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara optimal melalui kebijakan hilirisasi agar mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

“Sulawesi dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Untuk itu, seluruh potensi yang dimiliki harus diberdayakan melalui kebijakan hilirisasi pengolahan sumber daya alam sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.

Selain hilirisasi, ASR menilai konektivitas antarwilayah menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata. Infrastruktur yang terintegrasi diyakini dapat memperlancar mobilitas barang, jasa, dan manusia, sekaligus mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah di Sulawesi.

“Konektivitas antarwilayah sangat penting guna memperlancar arus pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan. Di sisi lain, kita juga harus mendorong inovasi serta transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan daerah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masa depan Sulawesi. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, budaya lokal, dan keterlibatan masyarakat.

“Pariwisata harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan menjaga kelestarian lingkungan, menghormati kearifan lokal, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ungkapnya.

ASR menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan Sulawesi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan Regional Sulawesi yang berkelanjutan, maju, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Mustakim Darwis, menjelaskan bahwa Musrenbang Regional Sulawesi merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan kawasan yang bertujuan memperkuat kerja sama dan integrasi pembangunan antarprovinsi.

“Musrenbang ini menjadi wadah komunikasi dan konsolidasi seluruh provinsi di Sulawesi dalam proses sinergi perencanaan pembangunan guna mewujudkan kerja sama antardaerah yang terintegrasi dan saling mendukung sesuai tema yang diusung tahun ini,” jelas Mustakim.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap lahir berbagai rekomendasi dan rumusan kebijakan yang konkret, implementatif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan kawasan, sehingga dapat mempercepat terwujudnya Regional Sulawesi yang maju, terhubung, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Laporan : Redaksi