Example 728x250
Nasional

Kapolri Gandeng Koperasi Merah Putih Perkuat Hilirisasi Jagung Nasional

130
×

Kapolri Gandeng Koperasi Merah Putih Perkuat Hilirisasi Jagung Nasional

Sebarkan artikel ini

GROBONGAN – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian, khususnya jagung, dengan melibatkan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, dalam rantai pembiayaan, distribusi, dan penyimpanan hasil panen.

Langkah strategis ini diyakini mampu memberikan kepastian harga, memperkuat posisi tawar petani, serta menjamin penyerapan hasil panen sesuai standar pemerintah.

“Kami berharap program ini dapat diperluas ke seluruh wilayah sentra jagung nasional. Tujuannya jelas: memudahkan akses permodalan, memperkuat posisi tawar petani, dan memberikan jaminan harga panen,” ungkap Kapolri saat kegiatan penanaman jagung kuartal III di Grobogan, Rabu (9/7/2025).

Kapolri juga menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh dalam mendukung dan mengawal program-program strategis pemerintah, termasuk cita-cita Indonesia Emas 2045 sebagai lumbung pangan dunia.

“Polri tidak pernah surut dalam mendukung agenda nasional. Keterlibatan kami adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat demi kedaulatan dan ketahanan pangan nasional,” tegas Jenderal Sigit.

Penanaman Jagung Serentak di 36 Wilayah

Sebagai bagian dari upaya konkret, Polri bersama sejumlah kementerian dan lembaga melaksanakan penanaman jagung di atas lahan seluas 795.339,53 hektare yang tersebar di 36 wilayah Indonesia. Penanaman simbolis dilakukan di Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh Kapolri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Perhutanan dan Lingkungan Hidup Raja Juli Antoni.

Di wilayah hukum Polda Jawa Tengah sendiri, total 38.750,14 hektare lahan digunakan, dengan rincian 36.287 hektare lahan produktif dan 2.463,14 hektare lahan perhutanan sosial, yang dikelola petani binaan dari tingkat polres hingga polsek. Sebanyak 220 petani dilibatkan secara aktif.

Kolaborasi dan Bantuan Sarana Produksi

Penanaman jagung kuartal III tahun 2025 mencakup 168.432,23 hektare lahan, termasuk:

117.510,29 hektare lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami,

48.082,40 hektare lahan produktif, dan

2.839,54 hektare lahan perhutanan sosial yang ditanam pada hari ini.

Program ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari BUMN seperti Inhutani dan Perhutani, serta melibatkan berbagai kementerian terkait. Potensi lahan pertanian saat ini mencapai 795.339,53 hektare, di mana 301.672,049 hektare merupakan lahan perhutanan sosial. Dari jumlah itu, 431.233,36 hektare telah ditanami jagung.

Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Polri juga memberikan dukungan operasional berupa:

500 unit alat penguji kesuburan tanah,

89 unit pemipil jagung,

100 unit alat penguji kadar air, dan

93 unit alat pengering jagung.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian jagung nasional dan membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi petani di seluruh Indonesia.

Laporan : Redaksi