Example 728x250
BeritaDaerah

Kasus Dugaan Pencabulan Anak oleh Oknum TNI, IMALAK Sultra Desak Evaluasi Dandim 1417/Kendari

3
×

Kasus Dugaan Pencabulan Anak oleh Oknum TNI, IMALAK Sultra Desak Evaluasi Dandim 1417/Kendari

Sebarkan artikel ini

KENDARI — Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) mengecam keras dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan oknum anggota TNI. Kasus tersebut menjadi perhatian serius publik karena korban disebut berasal dari kalangan pelajar, mulai tingkat sekolah dasar hingga menengah.

Wakil Ketua IMALAK Sultra, Azizul, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan berat yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban, terutama dari sisi psikologis.

“Ini merupakan kejahatan luar biasa. Korban masih anak-anak yang seharusnya mendapat perlindungan dan rasa aman. Trauma yang ditimbulkan dapat memengaruhi masa depan mereka,” ujar Azizul dalam keterangan tertulis, Selasa.

Ia menilai, munculnya kasus tersebut turut mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan pembinaan internal di institusi terkait. Oleh karena itu, menurutnya, perlu ada bentuk tanggung jawab institusional yang jelas dan tegas.

IMALAK Sultra secara terbuka mendesak Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417/Kendari. Bahkan, mereka meminta agar Dandim dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas dugaan kelalaian dalam pengawasan anggota.

Selain itu, IMALAK juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan, profesional, dan menyeluruh. Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa intervensi serta menjamin keadilan bagi korban.

“Kami mendesak agar proses hukum berjalan terbuka dan adil tanpa pandang bulu. Korban harus mendapatkan perlindungan maksimal, termasuk pendampingan psikologis dan bantuan hukum,” tegasnya.

IMALAK Sultra berharap aparat berwenang dapat menangani kasus ini secara serius, sekaligus memastikan tidak ada upaya menutup-nutupi fakta di lapangan. Mereka juga mendorong agar kejadian serupa tidak terulang melalui penguatan sistem pengawasan internal dan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak.

Laporan : Al