KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berbasis kompetensi melalui penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan struktural.
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara langsung mengumumkan hasil seleksi pejabat administrator (eselon III) dan pejabat pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemprov Sultra. Pengumuman itu disampaikan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu (8/4/2026).
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berorientasi pada kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pengumuman tersebut, hasil seleksi dibagi ke dalam dua kategori, yakni “lolos” dan “lulus”.
Kategori “lolos” diberikan kepada peserta yang dinyatakan terpilih untuk menduduki jabatan yang dilamar. Para pejabat yang masuk dalam kategori ini dijadwalkan akan segera dilantik dalam waktu lima hingga enam hari ke depan, sambil menunggu pertimbangan teknis dari instansi yang berwenang.
Sementara kategori “lulus” diberikan kepada peserta yang telah memenuhi syarat, kompetensi, dan kualifikasi yang ditetapkan, namun belum terpilih untuk menduduki jabatan yang tersedia. Nama-nama tersebut akan dimasukkan ke dalam bank data talenta sebagai bagian dari sistem manajemen ASN berbasis merit.
Dengan sistem ini, para ASN yang telah dinyatakan lulus tetap memiliki peluang besar untuk dipertimbangkan dalam pengisian jabatan di masa mendatang, termasuk kemungkinan promosi ke jenjang eselon yang lebih tinggi.
Adapun jumlah peserta seleksi untuk jabatan eselon III tercatat sebanyak 83 orang yang memperebutkan 27 peta jabatan. Sementara untuk jabatan eselon IV, seleksi diikuti oleh 68 peserta untuk mengisi 24 peta jabatan yang tersedia.
Gubernur juga menyoroti proses seleksi untuk jabatan yang diisi oleh kalangan dokter. Menurutnya, kualitas para kandidat sangat baik dan memiliki kapasitas yang mumpuni, sehingga proses penentuan dilakukan secara lebih selektif.
“Untuk formasi tertentu, khususnya dari kalangan dokter, kualitas kandidat sangat bagus. Ini menunjukkan bahwa SDM kita memiliki potensi yang besar,” ujarnya.
Namun demikian, terdapat dua peta jabatan yang dibatalkan proses pengisiannya. Keputusan tersebut diambil karena instansi terkait hanya mengusulkan satu kandidat, sehingga dinilai belum memenuhi prinsip persaingan yang sehat dan terbuka sebagaimana semangat sistem merit.
Dalam arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa penerapan sistem merit merupakan langkah strategis untuk mengubah pola birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan tepat sasaran.
Menurutnya, pejabat yang dinyatakan lolos bukan dipilih secara kebetulan, melainkan berdasarkan kompetensi, integritas, serta kemampuan yang telah diuji melalui proses seleksi.
“Kita ingin mengubah sistem. Jika sistemnya baik dan berjalan, maka organisasi akan berjalan efektif dan anggaran tepat sasaran. Kita memilih sistem meritokrasi untuk memberikan peluang kepada mereka yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk maju,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada unsur kedekatan atau faktor nonteknis dalam proses penentuan pejabat.
“Tidak ada yang kebetulan, semua adalah desain Allah. Anda lolos karena memang pantas berada di posisi tersebut,” lanjut Gubernur.
Lebih jauh, Gubernur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi terhadap pejabat yang telah terpilih. Jika dalam pelaksanaannya tidak mampu memenuhi standar kompetensi dan target kinerja yang ditetapkan, maka pemerintah akan melakukan penggantian dengan kandidat lain yang telah dinyatakan lulus dan masuk dalam bank talenta.
Melalui penerapan sistem merit ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap dapat mewujudkan ASN yang berintegritas, kompeten, profesional, serta mampu memberikan pelayanan publik yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Marilah kita bekerja bukan untuk saya, tetapi untuk Sulawesi Tenggara. Karena kita ingin Sulawesi Tenggara yang maju,” tutupnya.
Laporan : Jaldin













