Example 728x250
BeritaDaerah

6.176 Wisatawan Kunjungi Pulau Bokori, Dinas Pariwisata Sultra Targetkan PAD Lebih Tinggi

24
×

6.176 Wisatawan Kunjungi Pulau Bokori, Dinas Pariwisata Sultra Targetkan PAD Lebih Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Wisata Pulau Bokori

KENDARI – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat capaian positif dari sektor pariwisata daerah pada akhir Maret 2026. Berdasarkan hasil evaluasi kunjungan wisatawan ke Pulau Bokori selama periode 21 hingga 31 Maret 2026, jumlah pengunjung mencapai 6.176 orang, dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp52.155.000.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa Pulau Bokori masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan favorit masyarakat, terutama pada momentum libur panjang serta akhir pekan.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata bahari di Sulawesi Tenggara masih sangat besar.

“Jumlah kunjungan mencapai 6.176 wisatawan dengan PAD sekitar Rp52 juta. Ini menunjukkan Pulau Bokori tetap menjadi destinasi favorit masyarakat, khususnya pada momen libur panjang,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Ridwan, tren kunjungan selama periode evaluasi menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Puncak kunjungan tercatat terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total 2.565 wisatawan, menjadikannya hari dengan angka kunjungan tertinggi dalam rentang waktu tersebut.

Sementara itu, pada 22 Maret jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.580 orang, dan pada 25 Maret sebanyak 520 orang. Hari-hari lainnya juga menunjukkan angka kunjungan yang tetap stabil, menandakan Pulau Bokori masih menjadi tujuan utama wisata keluarga dan masyarakat umum di Sultra.

Selain tingginya jumlah wisatawan, aktivitas pemanfaatan fasilitas penunjang wisata juga tercatat cukup tinggi. Selama periode evaluasi, Dinas Pariwisata mencatat 26 kali penggunaan villa dan 26 kali penggunaan gazebo oleh para pengunjung.

Tidak hanya itu, mobilitas kendaraan yang masuk ke kawasan wisata juga terpantau cukup ramai, dengan total 238 unit sepeda motor dan 175 unit mobil selama periode 21–31 Maret 2026.

Ridwan menilai, angka kunjungan dan PAD yang tercatat saat ini masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan. Menurutnya, potensi riil jumlah wisatawan yang dapat berkunjung ke Pulau Bokori pada masa libur bahkan bisa mencapai 10.000 orang, apabila pengelolaan dilakukan secara maksimal.

“Potensinya masih sangat besar. Kalau kita maksimalkan tata kelola dan pelayanan, kunjungan bisa tembus 10 ribu orang,” jelasnya.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Sultra saat ini fokus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola kawasan wisata, khususnya dalam aspek penguatan sistem pemungutan retribusi, peningkatan disiplin petugas, serta pengawasan di seluruh akses masuk kawasan wisata.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pengunjung yang datang dapat terdata dengan baik sekaligus mencegah kebocoran PAD.

Sebagai bentuk penguatan di lapangan, Dinas Pariwisata Sultra juga telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) PAD Pariwisata yang melibatkan unsur CPNS dan PPPK.

Tim ini bertugas membantu pengawasan, memastikan proses pemungutan retribusi berjalan sesuai ketentuan, serta menjaga transparansi dalam pengelolaan pemasukan daerah dari sektor wisata.

“Kami sudah memberikan penekanan kepada seluruh petugas agar lebih disiplin dan transparan. Semua pengunjung harus terdata dengan baik, sehingga PAD dari sektor wisata bisa optimal,” tegas Ridwan.

Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu melakukan pembayaran retribusi melalui jalur resmi serta meminta karcis sebagai bukti pembayaran.

“Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk tidak melakukan pembayaran tanpa karcis resmi. Jika menemukan hal yang tidak sesuai di lapangan, segera laporkan kepada petugas atau pihak pengelola,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis, dengan berbagai langkah pembenahan yang terus dilakukan, Pulau Bokori akan semakin berkembang sebagai ikon wisata unggulan daerah yang tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga berpotensi menarik wisatawan dari luar Sultra.

Selain meningkatkan PAD, geliat sektor pariwisata di Pulau Bokori juga diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM, jasa transportasi, serta usaha kuliner dan penginapan.

Dengan potensi alam yang dimiliki, Pulau Bokori diyakini tetap menjadi salah satu destinasi andalan Sulawesi Tenggara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Laporan : Jaldin