KENDARI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara mencatat hasil positif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 yang digelar selama masa arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan hasil evaluasi akhir operasi, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Tenggara mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator keberhasilan pengamanan lalu lintas yang dilakukan secara terpadu bersama TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Dr Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si, mengatakan bahwa keberhasilan operasi tahun ini tidak hanya terlihat dari turunnya angka kecelakaan, tetapi juga dari menurunnya jumlah pelanggaran lalu lintas secara signifikan.
“Walaupun jumlah pemudik mengalami peningkatan, yakni melalui jalur darat sebesar 15 persen, jalur laut 19 persen, dan jalur udara 23 persen, namun secara umum jumlah pelanggaran lalu lintas justru berkurang hingga 79 persen dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas selama momentum mudik Lebaran.
Ia menegaskan, hasil positif tersebut merupakan buah dari langkah-langkah preemtif, preventif, dan represif yang diterapkan secara maksimal oleh jajaran Ditlantas Polda Sultra selama operasi berlangsung.
“Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta efektivitas langkah-langkah pengamanan yang telah kami lakukan di lapangan,” kata Argowiyono.
Selain itu, kesiapan personel yang ditempatkan di sejumlah titik strategis juga menjadi faktor penentu keberhasilan operasi.
Ditlantas Polda Sultra mengoptimalkan penggelaran pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur-jalur utama mudik, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas pada kawasan yang dinilai rawan kepadatan maupun kecelakaan.
“Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesiapan personel di lapangan, optimalisasi pos pengamanan dan pos pelayanan, serta penerapan rekayasa lalu lintas pada titik rawan kemacetan dan kecelakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut keberhasilan Operasi Ketupat Anoa 2026 juga didukung oleh sinergi kuat antara berbagai pihak, termasuk fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah, kebijakan pembatasan kendaraan angkutan berat, serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang membantu mengurai kepadatan arus kendaraan.
Meski demikian, Ditlantas Polda Sultra tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah aspek yang masih perlu ditingkatkan, khususnya tingkat kepatuhan pengguna jalan di titik-titik tertentu serta pengelolaan arus kendaraan saat jam-jam puncak.
Polda Sultra, kata dia, berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi pelayanan dan sistem pengamanan lalu lintas guna menciptakan kondisi jalan yang lebih aman dan tertib.
“Ke depan, kami berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar secara berkelanjutan,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Kombes Argowiyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan operasi.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder serta komponen masyarakat atas dukungannya sehingga Operasi Ketupat Anoa 2026 dapat berjalan lancar dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Lapora : Jaldin













