Example 728x250
BeritaDaerah

Ketua DPD HNSI Sultra Hadiri Rapat Koordinasi Pengembangan PPS Kendari melalui Proyek Eco Fishing Port

487
×

Ketua DPD HNSI Sultra Hadiri Rapat Koordinasi Pengembangan PPS Kendari melalui Proyek Eco Fishing Port

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Yusrianto, menghadiri Rapat Koordinasi Implementasi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS

KENDARI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Yusrianto, menghadiri Rapat Koordinasi Implementasi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari yang digelar pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan di Sulawesi Tenggara melalui proyek strategis Eco Fishing Port.

Rapat yang berlangsung di Kantor PPS Kendari tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, lembaga internasional, hingga perwakilan organisasi nelayan. Proyek Eco Fishing Port merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Agence Française de Développement (AFD), lembaga pembangunan asal Prancis, untuk mewujudkan pelabuhan perikanan modern dan ramah lingkungan.

Dalam diskusi, para peserta membahas strategi implementasi proyek secara menyeluruh, mencakup peningkatan infrastruktur, tata kelola pelabuhan, serta pemberdayaan nelayan lokal agar dapat memperoleh manfaat optimal dari pengembangan pelabuhan.

Ketua DPD HNSI Sultra, Yusrianto, menyatakan dukungannya terhadap proyek ini dan menegaskan pentingnya melibatkan nelayan secara aktif dalam setiap proses perencanaan dan pengambilan kebijakan. Ia berharap keberadaan pelabuhan ramah lingkungan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.

“Pelabuhan ini adalah milik kita bersama. HNSI siap bersinergi demi terwujudnya pelabuhan yang modern, ramah lingkungan, dan berpihak kepada nelayan kecil,” ujarnya.

Yusrianto juga menambahkan, pembangunan pelabuhan perikanan ini diharapkan mampu memberikan rasa nyaman bagi para nelayan, khususnya anak buah kapal (ABK), sehingga mereka dapat beristirahat dengan layak dan merasakan kepuasan setelah berhari-hari melaut mencari ikan.

Kegiatan rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat implementasi proyek dan memastikan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir, khususnya nelayan sebagai aktor utama dalam sektor perikanan tangkap.

Laporan : KM