Example 728x250
BeritaDaerah

Penganugerahan Gelar Adat Tolaki kepada KASAU dan Gubernur Sultra, Simbol Amanah dan Penguatan Kepemimpinan

8
×

Penganugerahan Gelar Adat Tolaki kepada KASAU dan Gubernur Sultra, Simbol Amanah dan Penguatan Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) melaksanakan penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dan Gubernur Sulawesi Tenggara. Prosesi berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Minggu (26 April 2026).

Penganugerahan gelar adat suku Tolaki tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP LAT, Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H., yang juga menjabat sebagai Mokole (Raja) Konawe ke-34.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat nilai-nilai budaya lokal dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, institusi negara, dan lembaga adat. Momentum ini juga menegaskan bahwa nilai kearifan lokal tetap relevan dalam membangun kepemimpinan yang berakar pada budaya.

Prosesi adat berlangsung khidmat dan sarat makna, dimulai dari pembacaan Surat Keputusan, dilanjutkan dengan penganugerahan gelar, penyuguhan siri pinang, hingga prosesi adat mombesara wonua oleh Tolea. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sumpah adat oleh hakim adat serta penyematan taawu dan penyerahan piagam gelar kehormatan.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki Nomor: 053/KPTS/DPP/LAT/IV/2026, KASAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono dianugerahi gelar Tumonda Meotalinga Bundu, yang bermakna panglima atau penguasa angkatan udara. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menerima gelar Lariwu Wuanggiha Lasawonua, yang dimaknai sebagai pemimpin yang didengar perintahnya di negeri Wonua.

Pemberian gelar adat ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga mengandung amanah moral untuk menjaga kehormatan, martabat, serta nilai-nilai luhur adat Tolaki dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda, para bupati se-Sulawesi Tenggara, Ketua TP PKK Sultra, Plh. Sekda Sultra, serta tokoh adat dan masyarakat.

Dengan penganugerahan ini, diharapkan terbangun harmoni antara kepemimpinan modern dan nilai-nilai tradisional, sebagai fondasi dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Laporan:  jaldin