MUNA BARAT – Rumah BUMN Muna Barat (Mubar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaanya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pelatihan Penguatan Manajemen UMKM melalui Penyusunan Laporan Neraca Keuangan Usaha” yang diikuti oleh pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Muna Barat. Selasa (18/8/2026).
Pelatihan yang diselenggerakan Rumah BUMN naungan PT PLN (Persero) UID Sulselrabar ini memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya menyusun neraca usaha sebagai salah satu instrumen untuk mengetahui kondisi keuangan dan kapasitas usaha.
Peserta diperkenalkan dengan komponen utama neraca, meliputi aset, kewajiban atau utang, dan modal, serta cara sederhana menyusunnya berdasarkan kondisi usaha masing-masing.
Neraca usaha tidak hanya berfungsi sebagai catatan keuangan, tetapi juga dapat menjadi alat bagi pelaku UMKM untuk mengetahui sejauh mana kemampuan usahanya dalam mengelola aset, memenuhi kewajiban, serta mempertahankan dan mengembangkan modal usaha.
Manajer Rumah BUMN PLN UID Sulselrabar, Haidir Ali, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai neraca usaha sangat penting bagi pelaku UMKM karena dapat menjadi salah satu indikator untuk mengukur kapasitas dan keberlanjutan sebuah usaha.
“Neraca usaha penting karena dari sana kita bisa melihat kapasitas sebuah usaha. Kita dapat mengetahui apa saja aset yang dimiliki, berapa kewajibannya, dan berapa modal yang sebenarnya dimiliki oleh usaha tersebut.” Ujarnya.
Dengan mengetahui kondisi ini, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk mengembangkan dan menjaga keberlanjutan usahanya,” sambung Haidir Ali.
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan secara tertib merupakan bagian penting dalam membangun UMKM yang lebih profesional. Pelaku usaha tidak hanya perlu fokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga harus mampu memahami kondisi keuangan secara menyeluruh.
“Usaha yang berkelanjutan bukan hanya dilihat dari seberapa besar penjualannya, tetapi juga bagaimana usaha tersebut mampu mengelola aset, kewajiban, dan modalnya. Karena itu, pencatatan dan penyusunan neraca perlu menjadi kebiasaan dalam menjalankan usaha,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM binaan, Sufiati, mengaku mendapatkan pemahaman baru melalui pelatihan tersebut. Menurutnya, selama menjalankan usaha, pencatatan keuangan sering kali lebih berfokus pada pemasukan dan pengeluaran harian, sementara kondisi aset, utang, dan modal belum sepenuhnya diperhitungkan.
“Pelatihan ini sangat membantu karena saya jadi lebih memahami bahwa dalam usaha bukan hanya menghitung hasil penjualan dan pengeluaran. Kita juga harus mengetahui berapa aset yang kita punya, apakah ada utang, dan berapa sebenarnya modal usaha kita. Dengan membuat neraca, kita bisa lebih mudah melihat kondisi usaha,” ungkap Sufiati.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usaha.
Melalui pelatihan ini, Rumah BUMN Muna Barat berharap para pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga memiliki tata kelola keuangan yang lebih baik, terukur, dan berkelanjutan.
Pemahaman terhadap neraca usaha diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih profesional sekaligus meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan usaha dan mengakses berbagai peluang pembiayaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Rumah BUMN Muna Barat dalam mendampingi UMKM agar semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu bertumbuh secara berkelanjutan di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis.
Laporan :













