Example 728x250
BeritaDaerah

Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Ketahanan Pangan Konut Salurkan Beras dan Sembako

47
×

Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Ketahanan Pangan Konut Salurkan Beras dan Sembako

Sebarkan artikel ini

KONAWE UTARA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan serta menekan gejolak harga pangan di masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan Perum Bulog Sulawesi Tenggara, sekaligus penyaluran bantuan beras dan paket sembako bagi masyarakat di 13 kecamatan se-Kabupaten Konawe Utara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Utara, Asripin, S.Pd, mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan GPM, pemerintah daerah telah menyalurkan beras sebanyak 90.160 kilogram dan minyak goreng sebanyak 18.032 liter. Seluruh komoditas tersebut didistribusikan secara merata ke setiap kecamatan untuk memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan Cadangan Pangan Daerah (CPD) berupa beras sebanyak 15 ton yang diperuntukkan untuk kondisi darurat, khususnya apabila terjadi bencana alam,” ujar Asripin. Rabu 24/12/2025.

Ia menegaskan, ketersediaan pangan di Konawe Utara dalam kondisi aman dan mencukupi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan bahan pokok yang dapat berdampak pada kenaikan harga dan inflasi daerah.

“Stok pangan kita aman. Masyarakat tidak perlu memborong bahan kebutuhan pokok,” tegasnya.

Selain Gerakan Pangan Murah, Dinas Ketahanan Pangan Konawe Utara juga menyalurkan bantuan beras dan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan setempat.

Asripin berharap, bantuan tersebut mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat serta menjaga daya beli, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Nataru.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor, dan pelaku usaha pangan guna memastikan kelancaran distribusi serta kestabilan pasokan di pasar.

“Dinas Ketahanan Pangan akan terus memantau harga dan ketersediaan pangan, tidak hanya selama Nataru, tetapi juga pada momen-momen strategis lainnya. Melalui berbagai intervensi ini, kami berharap ketahanan pangan daerah tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” pungkasnya. (Kahar)