Example 728x250
BeritaDaerah

Gubernur Sultra Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77, Tegaskan Komitmen Jaga NKRI

44
×

Gubernur Sultra Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77, Tegaskan Komitmen Jaga NKRI

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025.

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Jumat (19/12/2025). Gubernur bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda Sultra, staf ahli gubernur, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam amanatnya, Gubernur Andi Sumangerukka membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum strategis untuk meneguhkan komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden mengingatkan bahwa tanggal 19 Desember merupakan tonggak sejarah berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, saat agresi militer Belanda II mengancam eksistensi Republik. Keberadaan PDRI menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga keberlangsungan pemerintahan dan keutuhan bangsa dalam kondisi paling kritis.

Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.” Tema ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan melalui kesiapsiagaan, disiplin, serta ketangguhan seluruh rakyat dalam menghadapi tantangan global.

Dalam amanat tersebut, Presiden juga menyoroti dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga ancaman nonmiliter seperti perang siber, penyebaran radikalisme, hoaks, serta meningkatnya risiko bencana alam akibat perubahan iklim.

Karena itu, bela negara ditegaskan tidak hanya dimaknai sebagai upaya pertahanan fisik, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk menjaga persatuan, ketahanan sosial, serta stabilitas ekonomi.

Pada momentum tersebut, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menunjukkan solidaritas nasional kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Ketiga daerah tersebut memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Aceh dikenal sebagai Daerah Modal yang memberikan dukungan besar bagi perjuangan kemerdekaan, Sumatera Utara dengan semangat juang rakyat Medan Area, serta Sumatera Barat sebagai tempat lahirnya PDRI yang menyelamatkan Republik.

Mengakhiri amanatnya, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan Hari Bela Negara sebagai pengingat untuk mewujudkan cinta tanah air melalui tindakan nyata, seperti membantu korban bencana, menjaga ruang digital dari hoaks dan disinformasi, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.

Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat dan tertib, menjadi simbol penguatan komitmen aparatur dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai bela negara demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

Laporan : KM