Example 728x250
BeritaDaerah

Diduga Dipersekusi Saat Aksi Tolak Pengelolaan TPAS Galuga, Warga Cibungbulang Lapor Polisi

46
×

Diduga Dipersekusi Saat Aksi Tolak Pengelolaan TPAS Galuga, Warga Cibungbulang Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

Bogor, Cibungbulang – Zaenal Arifin alias Joy Laki (45), warga Cibungbulang yang juga koordinator aksi demonstrasi menuntut perbaikan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, melaporkan dugaan persekusi dan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bogor, Selasa (16/12/2025).

Joy menyampaikan, laporan tersebut dibuat bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk perjuangan membela hak masyarakat, khususnya warga di tiga desa yang terdampak langsung operasional TPAS Galuga, serta masyarakat Kecamatan Cibungbulang dan Leuwiliang yang kini ikut merasakan dampak buruk pengelolaan sampah.

“Laporan ini saya buat agar tuntutan kami soal perbaikan TPAS Galuga dan pemenuhan janji dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor benar-benar dijalankan. Selama ini banyak poin perjanjian yang tidak dipenuhi dan dampaknya dirasakan masyarakat luas,” ujar Joy usai membuat laporan di Mapolres Bogor.

Ia menegaskan, persoalan TPAS Galuga harus mendapat perhatian serius karena pelanggaran jam operasional truk pengangkut sampah dari Kota Bogor masih kerap terjadi. Kondisi tersebut, kata Joy, menimbulkan kemacetan lalu lintas serta bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga.

“Seharusnya sampah diangkut menggunakan compactor truck, tetapi di lapangan masih banyak truk dump dengan bak terbuka, bahkan tanpa terpal. Ini memperparah bau dan pencemaran lingkungan,” jelasnya.

Peristiwa dugaan persekusi terjadi pada Kamis (11/12/2025) di depan Kompleks Citoh, Kecamatan Cibungbulang. Saat itu, Joy menghentikan sebuah truk pengangkut sampah yang melintas karena dinilai telah melewati batas jam operasional menuju TPAS Galuga.

Tak lama kemudian, sekelompok orang datang mengerubungi Joy, mendorong, dan melakukan kekerasan fisik hingga dirinya terjatuh. Akibat kejadian tersebut, Joy mengalami luka di bagian rahang dan telinga akibat tendangan salah satu pelaku.

“Saya sempat terjatuh, lalu ditendang di bagian rahang dan telinga. Atas kejadian ini saya sudah menjalani visum di rumah sakit dan hasilnya saya serahkan sebagai bukti ke Polres Bogor,” ungkapnya.

Joy berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum, sekaligus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPAS Galuga demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Laporan : Tim