Konawe Selatan – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memperkenalkan Sekolah Unggul Garuda di Desa Lebo Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (8 Oktober 2025).
Kegiatan bertajuk “Pengenalan Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul” ini menjadi momentum penting bagi kemajuan pendidikan di Sultra, dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti; Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri; Gubernur Sultra Andi Sumangerukka; serta sejumlah kepala daerah, Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, dan unsur Forkopimda lingkup Sultra.
Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menghadirkan pendidikan unggulan dan merata di seluruh pelosok negeri. Program ini menekankan pada kualitas akademik tinggi, pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan abad 21 agar siswa siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran sekolah ini di Sultra diharapkan menjadi pusat pembelajaran berkualitas bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan unggulan.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Ia menegaskan bahwa keberadaan sekolah ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya anak-anak Sultra yang ingin mengukir prestasi.
“Saya tidak akan pernah berhenti untuk mengabdi. Saya akan mengerahkan semua kemampuan dan kewenangan yang saya miliki demi masyarakat. Pendidikan adalah modal dasar untuk mengubah jalan hidup kita,” ujar Gubernur. Ia menekankan pentingnya persiapan sejak dini bagi anak-anak yang ingin belajar di Sekolah Unggul Garuda, agar mereka bisa bersaing di level nasional bahkan internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, memberikan motivasi kepada para pelajar. Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh lelah bermimpi dan terus berjuang meraih cita-cita. Diana menambahkan, lulusan Sekolah Garuda diharapkan mampu diterima di 100 perguruan tinggi terbaik dunia, sekaligus menjadi contoh bagi pelajar lain di daerahnya.
Wamen Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, yang juga merupakan wakil menteri termuda di Kabinet Merah Putih, turut memberikan inspirasi dengan membagikan perjalanan karier dan perjuangannya menempuh pendidikan. Ia mengajak siswa untuk berani bermimpi besar dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.
Acara pengenalan Sekolah Unggul Garuda ditandai dengan penanaman pohon sebagai simbol pembangunan sekolah. Penanaman dilakukan oleh Gubernur Sultra, Wamen Pekerjaan Umum, Wamen Perdagangan, Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, dan perwakilan DPD RI. Kegiatan ini menegaskan dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan pendidikan berkualitas di Sultra.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Konawe Selatan, Wali Kota Kendari, Bupati Konawe Utara, Bupati Konawe Kepulauan, serta unsur Forkopimda Sultra. Kehadiran para kepala daerah menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan pendidikan unggulan di Sultra.

Keberadaan Sekolah Unggul Garuda di Sultra menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda berprestasi, meningkatkan kompetensi akademik, dan membuka peluang bagi anak-anak Sultra untuk bersaing di tingkat global. Dengan pendidikan sebagai fondasi, generasi muda diharapkan mampu mengubah nasib, membangun daerah, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.













