Example 728x250
BeritaDaerah

Wakil Guber Sultra, Hugua Tegaskan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Sore di Dishub Sultra

73
×

Wakil Guber Sultra, Hugua Tegaskan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Sore di Dishub Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., memimpin apel sore acak di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sultra, Kamis (18/9/2025).

Kendari – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., memimpin apel sore acak di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sultra, Kamis (18/9/2025). Apel yang digelar pukul 16.00 WITA itu bukan hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi bagian dari inspeksi mendadak (sidak) kedisiplinan ASN lingkup Pemprov Sultra.

Turut hadir mendampingi Wagub, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan; Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik; Asisten Administrasi Umum; serta Kepala Dinas Perhubungan Sultra. Kehadiran jajaran pimpinan ini semakin menegaskan pentingnya apel tersebut dalam rangka menanamkan budaya disiplin kerja.

Dalam arahannya, Hugua menekankan bahwa apel acak bukan sekadar sidak formal, melainkan mekanisme untuk menguji konsistensi kedisiplinan aparatur. “Saya tidak pernah tahu di mana akan memimpin apel sore. Baru sesaat sebelum apel dimulai diputuskan lokasi. Ini agar kita semua terbiasa disiplin kapan pun dan di mana pun. ASN harus menjadikan disiplin sebagai lifestyle, bukan sekadar kewajiban,” tegasnya.

Wagub juga menyinggung peran vital insan perhubungan yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pelayanan transportasi adalah wajah pemerintah di mata publik. “Mulai dari lampu lalu lintas, pengaturan lalu lintas jalan, hingga sikap petugas di lapangan. Semua itu mencerminkan kesungguhan kita memberikan pelayanan yang humanis, aman, dan nyaman,” katanya.

Lebih jauh, Hugua mengingatkan pentingnya sumpah insan perhubungan yang selalu digaungkan pada peringatan Hari Perhubungan Nasional. Sumpah tersebut, lanjutnya, bukan hanya simbol, tetapi harus diwujudkan dalam kinerja nyata. “Kita dituntut gagah, tegas, mantap, serta menghadirkan rasa aman bagi pengguna transportasi. Nilai itu harus terimplementasi dalam keseharian ASN Dishub,” ujarnya.

Selain soal kedisiplinan, Wagub menyoroti perlunya pembenahan fasilitas publik melalui penegakan kawasan bebas rokok. Ia menilai kebijakan tersebut sempat berjalan namun belakangan mulai kendor. “Tidak semua orang merokok, maka tidak boleh mereka dipaksa menghirup asap. Harus ada ruang khusus, termasuk di kapal-kapal penumpang. Kalau ada Perda, penegakannya bisa lebih efektif,” ungkapnya.

Menurut Hugua, pengaturan kawasan rokok dan bebas rokok bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga ketertiban sosial. Karena itu, ia mendorong Dishub untuk mengintegrasikan aturan tersebut dalam kebijakan daerah serta memastikan sosialisasi dilakukan secara konsisten. “Kalau kita konsisten, masyarakat akan terbiasa. Itu tugas kita sebagai pemerintah,” tambahnya.

Di hadapan ratusan pegawai Dishub, Wagub juga menekankan pentingnya doa dalam setiap aktivitas. “Pagi kita mulai dengan doa, sore kita akhiri dengan doa. Tanpa doa, pekerjaan kita hanyalah rutinitas. Dengan doa, pekerjaan kita bernilai ibadah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan apresiasi atas tingkat kehadiran ASN Dishub. Dari total 107 pegawai, tercatat 89 hadir, dua bertugas di luar kantor, dua sakit, dan satu izin. Persentase kehadiran mencapai 90 persen. “Ini pencapaian yang baik. Menandakan bahwa ASN Dishub sudah mulai menjadikan disiplin sebagai kebiasaan. Saya harap capaian ini bisa ditiru oleh OPD lain,” kata Hugua.

Ia menambahkan bahwa disiplin bukan sekadar soal kehadiran di kantor, melainkan juga mencerminkan integritas, komitmen, dan nilai keagamaan, terlebih menjelang pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH). “Kedisiplinan adalah bagian dari iman. Sebagai insan transportasi, kita harus bisa jadi teladan. Tertib di jalan, rapi dalam pelayanan, serta bersinergi dengan kepolisian dan aparat terkait agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah,” jelasnya.

Menutup arahannya, Wagub berharap budaya disiplin dapat benar-benar melekat dalam jiwa setiap ASN. Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang maksimal hanya bisa terwujud jika disiplin sudah menjadi budaya bersama. “Kalau disiplin sudah membudaya, maka kebahagiaan akan menjadi milik kita semua,” pungkasnya.