Example 728x250
BeritaDaerah

Sinergi TNI AD dan Pemprov Sultra, 180 Hektare Disiapkan untuk Lanud Konasara

68
×

Sinergi TNI AD dan Pemprov Sultra, 180 Hektare Disiapkan untuk Lanud Konasara

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Kepala Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Mayjen TNI Zainuddin bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Kendari – Kepala Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Mayjen TNI Zainuddin bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Kamis (18/9/2025). Pertemuan digelar di Ruang Tunggu VIP Bandara Halu Oleo, Kendari, dengan agenda utama membicarakan rencana pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) Konasara dan Skuadron 22/Sena di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara.

Pertemuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan bernuansa strategis, mengingat pembangunan Lanud Konasara diproyeksikan sebagai salah satu program penting dalam memperkuat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kawasan timur. Tidak hanya itu, keberadaan Lanud juga diyakini akan menjadi katalis bagi percepatan pembangunan ekonomi di Sulawesi Tenggara, khususnya Konawe Utara yang akan menjadi lokasi utama.

Gubernur Andi Sumangerukka hadir didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Konawe Utara, Komandan Korem, Komandan Lanud Halu Oleo, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sultra, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sultra. Keterlibatan lintas lembaga ini menunjukkan bahwa pembangunan Lanud Konasara bukan sekadar agenda militer, melainkan juga program yang akan membawa dampak luas bagi pembangunan daerah.

Salah satu fokus pembahasan adalah persiapan pembebasan lahan seluas 180 hektare yang akan menjadi lokasi Lanud. Pemerintah Provinsi Sultra bersama pemerintah kabupaten dan instansi terkait diminta menyiapkan langkah-langkah teknis agar proses ini berjalan lancar sesuai aturan yang berlaku. Persoalan lahan dianggap krusial karena menjadi fondasi awal bagi realisasi pembangunan pangkalan udara tersebut.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap rencana strategis tersebut. Menurutnya, pembangunan Lanud Konasara memiliki nilai strategis ganda, yakni memperkokoh pertahanan nasional sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah.

“Lanud Konasara akan menjadi simpul pertahanan udara yang sangat penting di kawasan timur Indonesia. Kehadirannya tidak hanya memperkuat kedaulatan negara, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sultra, terutama dalam membuka akses ekonomi baru di Konawe Utara,” kata Andi Sumangerukka.

Selain soal pertahanan, Gubernur menilai pembangunan Lanud juga akan menstimulasi hadirnya infrastruktur pendukung lain, seperti jalan, listrik, dan fasilitas publik, yang pada akhirnya memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Mayjen TNI Zainuddin menyampaikan bahwa pemilihan Konawe Utara sebagai lokasi pembangunan Lanud dan Skuadron 22/Sena didasarkan pada pertimbangan strategis. Secara geografis, Sulawesi Tenggara berada di jalur penting kawasan timur Indonesia, sehingga keberadaan Lanud akan memperkuat sistem mobilitas udara dan operasional pertahanan Angkatan Darat.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah. Dengan dukungan penuh dari Gubernur dan seluruh pemangku kepentingan, pembangunan Lanud Konasara diharapkan dapat segera terealisasi. Tentu yang paling utama saat ini adalah memastikan kesiapan lahan yang sudah ditetapkan,” ungkap Mayjen Zainuddin.

Rencana pembangunan Lanud Konasara disambut baik oleh berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain memperkuat pertahanan, kehadiran Lanud diharapkan dapat memberikan multiplier effect berupa pertumbuhan ekonomi baru, peluang investasi, serta peningkatan lapangan kerja. Konawe Utara sebagai daerah yang berkembang diyakini akan mendapatkan dorongan signifikan dengan hadirnya fasilitas pertahanan sekaligus infrastruktur pendukung lain.

Dengan terbangunnya Lanud Konasara, Sulawesi Tenggara berpotensi menjadi salah satu pusat strategis pertahanan udara nasional di kawasan timur Indonesia. Proyek ini juga dipandang sebagai bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kedaulatan sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.