Example 728x250
BeritaDaerah

Transmigrasi Jadi Motor Pemerataan Ekonomi di Sultra, Gubernur Tegaskan Komitmen

351
×

Transmigrasi Jadi Motor Pemerataan Ekonomi di Sultra, Gubernur Tegaskan Komitmen

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur sultra

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa program transmigrasi telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dengan melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.

“Program ini tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga menciptakan pemerataan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Penguatan Kapasitas Stakeholder Perencanaan Kawasan Transmigrasi, di Hotel Claro Kendari, Senin (4/8/2025).

Gubernur mengungkapkan, sejak tahun 1968 hingga 2024, Provinsi Sultra telah menerima sebanyak 69.747 kepala keluarga atau sekitar 275.786 jiwa transmigran. Saat ini, terdapat 11 kawasan transmigrasi yang tersebar di 10 kabupaten, termasuk tiga kawasan prioritas nasional, yakni:

Kawasan Mutiara di Kabupaten Muna,

Kawasan Asinua Routa di Kabupaten Konawe,

Kawasan Anawua Toari di Kabupaten Kolaka.

Lebih lanjut, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan bahwa transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, tetapi merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional.

“Transmigrasi adalah upaya pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan nasional,” tegasnya.

Dalam konteks penguatan agenda pembangunan kawasan transmigrasi, Gubernur mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ia menyoroti pentingnya transformasi transmigrasi yang mencakup lima pendekatan strategis:

“Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Transmigrasi Karya Nusantara, dan Transmigrasi Gotong Royong,” jelasnya.

Gubernur berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman terhadap kebijakan dan regulasi transmigrasi yang terkini, sekaligus meningkatkan kapasitas perencanaan kawasan yang lebih terintegrasi serta sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Semoga forum ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kawasan transmigrasi yang maju, aman, mandiri, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, dan bertujuan mendorong percepatan inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di wilayah Sulawesi.

Laporan : KM