Example 728x250
BeritaDaerah

Reses di Desa Santiri, Bang Jay Komitmen Perjuangkan Kampung Nelayan Merah Putih di Muna Barat

500
×

Reses di Desa Santiri, Bang Jay Komitmen Perjuangkan Kampung Nelayan Merah Putih di Muna Barat

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Anggota DPR RI. Fraksi PKB

MUNA BARAT – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jaelani, kembali menyapa konstituennya dalam agenda reses di Desa Santiri, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat (Mubar), pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Reses tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Wakil Ketua DPRD Mubar La Ode Amin, Ketua Komisi I DPRD Mubar La Ode Burhanuddin, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, hingga siswa penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

Dalam sambutannya, Jaelani yang akrab disapa Bang Jay, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan besar masyarakat Desa Santiri yang turut mengantarkannya ke Senayan.

“Alhamdulillah, saya bisa kembali ke Santiri, desa yang sembilan bulan lalu juga saya kunjungi. Ini daerah penyumbang suara besar bagi saya. Terima kasih atas amanah yang diberikan,” ucapnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani memiliki mitra kerja strategis seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Bulog. Fokus utamanya saat ini adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir, terutama nelayan di Muna Barat.

Salah satu program unggulan yang tengah ia dorong adalah Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penguatan infrastruktur, bantuan sarana prasarana, dan pemberdayaan ekonomi pesisir.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini kuotanya hanya 100 lokasi di seluruh Indonesia. Kita ingin Santiri bisa masuk, tapi itu harus melalui usulan resmi dari Pemerintah Daerah ke pusat. Saya siap mengawal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jaelani juga menyerap berbagai aspirasi warga, mulai dari kebutuhan alat tangkap ikan, bantuan perikanan, hingga permintaan bantuan pembangunan rumah ibadah.

“Saya minta masyarakat segera membentuk kelompok nelayan agar proses pengajuan bantuan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Untuk bantuan masjid, itu akan saya bantu secara pribadi,” tambahnya.

Tak hanya menyerap aspirasi, Jaelani juga menyerahkan langsung bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa-siswi SD dan SMP di Desa Santiri, sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan akses pendidikan di wilayah pesisir.

Program PIP ini merupakan bagian dari aspirasi Jaelani di Senayan, yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga nelayan dan masyarakat kurang mampu di Muna Barat.

“Saya tidak ingin hanya hadir sesaat. Saya ingin terus ada bersama masyarakat pesisir, memperjuangkan yang benar-benar dibutuhkan,” tutupnya.

Laporan : Dedi