KOLAKA – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026, Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Hapkido Kabupaten Kolaka, Ashar Rasyid, mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Kabupaten Kolaka yang hingga kini belum juga memiliki kepastian.
Menurut Ashar, waktu menuju pelaksanaan Porprov terus berjalan, sementara seluruh cabang olahraga di Kabupaten Kolaka telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembinaan atlet hingga pemantapan program latihan. Namun, ketidakjelasan status kepengurusan KONI Kolaka dikhawatirkan dapat menghambat keikutsertaan daerah tersebut dalam ajang olahraga terbesar di Sulawesi Tenggara.
“Helatan Porprov tinggal menghitung hari. Persiapan demi persiapan telah dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga. Namun, hingga hari ini SK KONI Kolaka belum juga ada kepastian. Padahal, Sekretaris KONI Provinsi pernah menyampaikan bahwa SK akan diterbitkan satu minggu setelah Musyawarah Luar Biasa yang dilaksanakan pada Mei 2026,” ujar Ashar Rasyid, Jumat (24/7/2026).
Ia mengaku para pengurus cabang olahraga mulai merasa cemas karena hingga kini belum ada kejelasan terkait legalitas kepengurusan KONI Kolaka. Bahkan, ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti “menunggu durian jatuh di musim mangga”, sebuah ungkapan yang menggambarkan penantian panjang tanpa kepastian.
Ashar menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan panggung bagi para atlet untuk menunjukkan hasil latihan dan kerja keras selama bertahun-tahun. Ajang tersebut juga menjadi batu loncatan menuju kejuaraan yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Porprov adalah pesta olahraga yang wajib kita sambut. Ini adalah kebahagiaan para atlet untuk menunjukkan performa terbaik mereka sekaligus membuka jalan menuju event-event yang lebih besar. Jangan sampai persoalan administrasi mengorbankan perjuangan para atlet yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Karena itu, Ashar berharap KONI Provinsi Sulawesi Tenggara segera mengambil langkah konkret dengan menerbitkan SK kepengurusan KONI Kolaka agar tidak menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan.
“Kami hanya menginginkan kepastian. Semoga ada jalan terbaik sehingga KONI Kolaka dapat mengikuti Porprov Kendari 2026 dan para atlet bisa bertanding membawa nama baik daerah,” pungkasnya.
Laporan : Redaksi













