Example 728x250
BeritaDaerahUHO

Prof Ruslin Usung Revitalisasi Fakultas Strategis UHO, Pertambangan dan Teknologi Pertanian Jadi Prioritas

3
×

Prof Ruslin Usung Revitalisasi Fakultas Strategis UHO, Pertambangan dan Teknologi Pertanian Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Komitmen untuk menyesuaikan arah pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah menjadi salah satu fokus yang diusung calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Ruslin. Dalam visi pengembangannya, ia menegaskan akan memperjuangkan pembentukan kembali Fakultas Pertambangan dan Fakultas Teknologi Pertanian apabila dipercaya memimpin perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.

Menurut Prof. Ruslin, keberadaan dua fakultas tersebut sangat relevan dengan karakteristik dan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara yang ditopang oleh sektor pertambangan dan pertanian. Karena itu, UHO dinilai perlu memiliki wadah akademik yang lebih fokus dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus menghasilkan riset yang mampu menjawab kebutuhan daerah.

“Insyaallah jika diberikan amanah memimpin UHO, saya akan memperjuangkan kembali hadirnya Fakultas Pertambangan dan Fakultas Teknologi Pertanian,” ujar Prof. Ruslin, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, program studi yang berkaitan dengan bidang pertambangan sebelumnya pernah berdiri secara mandiri sebelum akhirnya mengalami penyesuaian kelembagaan dan bergabung dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Meski demikian, kebutuhan terhadap tenaga ahli di sektor pertambangan saat ini dinilai semakin besar sehingga keberadaan fakultas tersendiri menjadi sangat penting.

Sebagai salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia, Sulawesi Tenggara tengah mengalami pertumbuhan pesat di sektor pertambangan dan industri pengolahan mineral. Perkembangan tersebut membuka peluang sekaligus tantangan dalam penyediaan tenaga kerja profesional yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Prof. Ruslin menilai kampus harus mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Fakultas Pertambangan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor industri yang berkembang di Sultra.

Selain mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, fakultas tersebut juga dapat menjadi pusat kajian dan penelitian yang berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.

“Potensi pertambangan Sultra sangat besar. Karena itu, perguruan tinggi perlu hadir untuk menyiapkan SDM yang kompeten sekaligus mendukung pengembangan industri melalui riset dan inovasi,” katanya.

Tak hanya sektor pertambangan, Prof. Ruslin juga memandang penting penguatan sektor pertanian melalui pembentukan kembali Fakultas Teknologi Pertanian. Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan peningkatan produktivitas.

Fakultas tersebut nantinya diharapkan mampu melahirkan inovasi di bidang pengolahan hasil pertanian, teknologi pascapanen, hingga pengembangan agroindustri yang bernilai tambah bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Ruslin menjelaskan bahwa peluang pembukaan fakultas baru akan semakin terbuka apabila UHO berhasil bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Status tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan akademik dan pengembangan kelembagaan.

Meski demikian, ia memastikan perjuangan untuk menghadirkan kembali kedua fakultas tersebut tetap akan dilakukan meskipun UHO masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU).

“Jika nanti UHO menjadi PTN-BH, proses pengembangan fakultas akan lebih fleksibel. Namun selama masih berstatus BLU, upaya tersebut tetap menjadi bagian dari prioritas yang akan kami perjuangkan,” tegasnya.

Gagasan revitalisasi Fakultas Pertambangan dan Fakultas Teknologi Pertanian dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan Sulawesi Tenggara. Langkah tersebut tidak hanya berpotensi memperkuat kapasitas akademik UHO, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi profesional yang mampu mengelola potensi daerah secara berkelanjutan dan berdaya saing global.

Laporan : Redaksi