Example 728x250
BeritaDaerah

Mentan Tinjau Sawah Terdampak dan Korban Banjir di Sultra, Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

3
×

Mentan Tinjau Sawah Terdampak dan Korban Banjir di Sultra, Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

Sebarkan artikel ini

KENDARI — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., mendampingi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan lapangan ke lokasi sawah terdampak banjir di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, serta meninjau kawasan banjir Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (12/5/2026).

Dalam peninjauan di Desa Amohalo, Menteri Pertanian melihat langsung kondisi lahan pertanian yang tergenang banjir. Sementara di kawasan Kali Wanggu, Mentan meninjau warga terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan untuk masyarakat.

Pada kesempatan itu, Andi Amran Sulaiman membawa bantuan bagi korban banjir di bantaran Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.

“Terus ada juga untuk pembelian mi instan, karena saya pernah merasakan bencana. Ada Rp500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya,” ujar Amran saat meninjau lokasi banjir.

Selain bantuan tunai, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menyalurkan bantuan pangan berupa 30 ton beras, 1,5 ton minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya untuk warga terdampak banjir.

“Kami datang untuk memberikan solusi. Terkait seluruh masalah pangan sudah kami putuskan semua,” katanya.

Menteri Pertanian juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan untuk pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir di Sulawesi Tenggara. Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian, benih, bibit untuk lahan terdampak seluas sekitar 2.000 hektare, hingga bantuan dryer atau alat pengering gabah untuk gudang Bulog.

“Alat mesin pertanian, benih, bibit untuk 2.000 hektare. Kurang lebih Rp10 miliar bantuan yang kami salurkan termasuk dryer untuk gudang Bulog juga,” ujarnya.

Menurut Amran, pemerintah pusat juga akan menangani sumber permasalahan banjir dengan melakukan pembangunan dan perbaikan tanggul di kawasan terdampak. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk percepatan penanganan.

“Ini harus dibereskan sumber masalahnya semua. Tanggul dibangun, kami sudah telepon Dirjen Kementerian PU yang bertanggung jawab. Dananya siap, alatnya sudah siap. Kami minta satu minggu, paling lambat dua minggu selesai,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan mendukung program optimalisasi lahan sawah di sejumlah wilayah terdampak guna mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wali Kota Kendari, Plh Sekda Provinsi Sultra, Sekda Kota Kendari, Wakapolda Sultra, Kapolres Kendari, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Laporan: redaksi