Example 728x250
BeritaDaerahPendidikan

Keterbatasan Sarana Jadi Tantangan, SMAN 9 Kendari Tetap Optimis Tingkatkan Kualitas Pendidikan

24
×

Keterbatasan Sarana Jadi Tantangan, SMAN 9 Kendari Tetap Optimis Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Kepala Sekolah SMAN 9 Kendari, Aslan, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya, 7/4/2026

Menurut Aslan, dalam dunia pendidikan tidak ada kondisi yang benar-benar sempurna. Selalu ada hambatan, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, termasuk pada fasilitas pendukung seperti sarana ekstrakurikuler.

“Pada dasarnya, di setiap satuan pendidikan pasti ada kekurangan. Tidak ada yang sempurna. Dalam proses pembelajaran, baik akademik maupun non-akademik, selalu ada hambatan, termasuk sarana dan prasarana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama di SMAN 9 Kendari adalah keterbatasan lahan sekolah yang belum memenuhi standar rasio satuan pendidikan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Saat ini, SMAN 9 Kendari memiliki sekitar 1.000 siswa dengan total 30 rombongan belajar (kelas), yang terbagi dalam dua jurusan utama, yakni IPA dan IPS. Tingginya jumlah siswa tidak sebanding dengan kapasitas gedung dan fasilitas yang tersedia.

“Peminat sangat banyak, sementara luas lahan dan fasilitas kami sangat terbatas. Ini tentu menjadi tantangan dalam memberikan layanan pendidikan yang maksimal,” jelasnya.

Terkait penerimaan peserta didik baru, Aslan menyebut bahwa pihak sekolah mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara. Terdapat empat jalur penerimaan, yaitu jalur domisili atau zonasi, afirmasi, mutasi, dan prestasi.

“Kami tetap memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa mengakses pendidikan di SMAN 9 Kendari melalui jalur yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Di sisi lain, sekolah ini juga bersiap menggelar ujian nasional yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 mendatang, dengan jumlah peserta sebanyak 331 siswa.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Aslan menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan filosofi pendidikan sebagai upaya sadar untuk menciptakan suasana belajar yang mampu mengembangkan potensi, bakat, serta kemampuan akademik dan non-akademik siswa.

“Harapan kami, pendidikan tidak hanya soal fasilitas, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh,” tutupnya.

Laporan : Jaldin