Example 728x250
BeritaDaerah

Langkah Adaptif Sultra: Gubernur Tekankan Efisiensi, Pelayanan Publik, dan Antisipasi Dampak Geopolitik Global

29
×

Langkah Adaptif Sultra: Gubernur Tekankan Efisiensi, Pelayanan Publik, dan Antisipasi Dampak Geopolitik Global

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah tantangan efisiensi anggaran serta dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

KENDARI,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah tantangan efisiensi anggaran serta dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, saat memimpin apel gabungan perdana pasca libur Hari Raya Idulfitri di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (30/3/2026).

Apel yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali mengawali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Idulfitri, kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi guna memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program dan kegiatan yang telah dirancang, agar penggunaan anggaran benar-benar efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah tidak boleh dipandang sebagai hambatan, melainkan harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan ketepatan pelaksanaan program.

“Program yang dirancang harus benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Andi Sumangerukka di hadapan peserta apel.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Selain fokus pada tata kelola pemerintahan, Gubernur juga menyoroti perkembangan situasi global yang saat ini turut memberikan dampak terhadap daerah. Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia, khususnya yang berpengaruh terhadap rantai pasok energi, dinilai berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya distribusi barang.

Kondisi tersebut, kata dia, perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak luas terhadap perekonomian daerah dan pelayanan publik.

Sebagai langkah adaptif, Pemerintah Provinsi Sultra tengah mempertimbangkan penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN sebagai salah satu strategi penghematan energi dan pengurangan penggunaan BBM.

Meski demikian, kebijakan tersebut masih menunggu surat edaran resmi sebagai dasar pelaksanaan di seluruh perangkat daerah.

“Pemerintah mengharapkan penerapan WFH dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan BBM,” ujarnya.

Namun demikian, Gubernur menegaskan bahwa pola kerja dari rumah tidak boleh mengurangi tanggung jawab, kedisiplinan, dan produktivitas ASN. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan maksimal, cepat, dan responsif.

Lebih lanjut, Gubernur juga menyinggung persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026. Ia menginstruksikan agar seluruh rangkaian kegiatan peringatan dilaksanakan secara sederhana, efisien, dan tetap mengedepankan asas manfaat.

Menurutnya, kegiatan seremonial harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta sejalan dengan kondisi efisiensi anggaran yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap berkomitmen memfokuskan penggunaan anggaran pada program prioritas, terutama upaya memutus mata rantai kemiskinan, mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan.

“Saya pastikan anggaran yang ada digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama karena memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta peningkatan konektivitas antarwilayah di Sultra.

Sementara itu, sektor pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, sedangkan sektor kesehatan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Apel gabungan perdana pasca Idulfitri ini menjadi simbol kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tetap bergerak adaptif, responsif, dan fokus pada kepentingan rakyat di tengah tantangan global dan keterbatasan anggaran.

Di era yang penuh ketidakpastian, pemerintah dituntut tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cermat dalam menentukan arah kebijakan agar pembangunan daerah tetap berjalan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

Laporan : Jaldin