Example 728x250
BeritaDaerah

Kongres V Partai Buruh Tetapkan BPK Ir. H. Said Ikbal sebagai Presiden Periode 2026–2031

60
×

Kongres V Partai Buruh Tetapkan BPK Ir. H. Said Ikbal sebagai Presiden Periode 2026–2031

Sebarkan artikel ini

NASIONAL – Kongres V Partai Buruh secara resmi menetapkan BPK Ir. H. Said Ikbal sebagai Presiden Partai Buruh untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan dalam forum kongres sebagai pemegang kekuasaan tertinggi partai yang dihadiri oleh pengurus pusat, perwakilan pengurus daerah, serta unsur organisasi buruh dari seluruh Indonesia.

Proses penetapan berlangsung secara demokratis dan konstitusional sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Buruh. Forum kongres secara bulat memberikan mandat kepemimpinan kepada BPK Ir. H. Said Ikbal untuk melanjutkan dan memperkuat perjuangan politik Partai Buruh ke depan.

Dalam pidatonya, BPK Ir. H. Said Ikbal menegaskan bahwa Partai Buruh akan terus konsisten memperjuangkan hak-hak kaum buruh, pekerja, serta rakyat kecil. Ia menekankan pentingnya persatuan, soliditas, dan kerja kolektif seluruh elemen partai dalam menghadapi tantangan politik nasional, termasuk agenda verifikasi faktual dan kontestasi pemilu mendatang.

“Kongres V ini bukan hanya forum penetapan kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi nasional. Kita harus bekerja bersama, bahu-membahu, demi kepentingan kaum buruh dan kesejahteraan rakyat,” tegas Said Ikbal.

Kongres V Partai Buruh juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi kinerja organisasi, perumusan program perjuangan lima tahun ke depan, hingga penguatan struktur kepengurusan partai di tingkat pusat dan daerah. Seluruh keputusan kongres diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat eksistensi Partai Buruh sebagai kekuatan politik alternatif yang berpihak pada rakyat pekerja.

Dengan ditetapkannya BPK Ir. H. Said Ikbal sebagai Presiden Partai Buruh periode 2026–2031, partai menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wadah perjuangan politik kaum buruh yang berani, konsisten, dan berorientasi pada keadilan sosial. (BHR).