KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra meluncurkan Program Gotong Royong Bedah Rumah sebagai bentuk kolaborasi membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak.
Program yang diinisiasi Kejati Sultra tersebut diluncurkan langsung oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (30/9/2026).
Peluncuran program tersebut juga diikuti secara daring oleh para bupati di Sulawesi Tenggara. Program Gotong Royong Bedah Rumah selanjutnya akan dilaksanakan secara kolaboratif di seluruh kabupaten dan kota di Sultra.
Sasaran program ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk dalam desil 1 hingga 4. Setiap rumah penerima program mendapat dukungan pembiayaan sebesar Rp50 juta.
Anggaran tersebut berasal dari Rp20 juta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui APBN dan Rp30 juta dari dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dari total dukungan tersebut, sekitar Rp7 juta dialokasikan untuk kebutuhan upah tenaga tukang.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari sejumlah perusahaan. Berdasarkan laporan Baznas Sultra, sebanyak 32 korporasi telah memberikan kontribusi.
Hingga peluncuran program, dana yang terkumpul melalui rekening Baznas di Bank Tabungan Negara (BTN) mencapai Rp8.000.958.700. Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah setelah adanya komitmen PT Antam sekitar Rp1 miliar.
Dengan tambahan tersebut, total dukungan yang dihimpun mendekati Rp10 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung target awal pembangunan atau renovasi sebanyak 200 unit rumah.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan Program Gotong Royong Bedah Rumah berawal dari gagasan Kepala Kejati Sultra yang ingin menghadirkan kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan sejumlah pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap daerah menerima program bedah rumah. Tetapi kita tidak pernah berkolaborasi dalam program tersebut. Nah, hari ini dengan adanya gotong royong bedah rumah, kita bisa mendorong percepatan dalam kesejahteraan masyarakat, karena kesejahteraan itu berasal dan dimulai dari rumah,” kata Andi Sumangerukka.
Menurutnya, semangat gotong royong merupakan nilai yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, gerakan tersebut perlu terus dikembangkan dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Andi Sumangerukka juga menyatakan komitmen pribadinya untuk ikut mendukung program tersebut dengan memberikan tambahan bantuan sebesar Rp250 juta.
“Saya akan menambah lagi sebesar Rp250 juta secara pribadi. Mari kita gerakkan kembali, karena ini bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyediaan rumah yang layak huni. Setelah rumah penerima manfaat selesai dibedah, pemerintah juga akan memikirkan aspek lain yang dapat menunjang kehidupan mereka, termasuk dukungan terhadap pekerjaan dan peningkatan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Kejati Sultra Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. berharap Program Gotong Royong Bedah Rumah dapat terus berkembang dan menghidupkan kembali nilai kebersamaan serta gotong royong di tengah masyarakat.
“Kami harap gerakan ini dapat terus bergulir bahkan dapat menjadi cikal bakal program nasional,” kata Sugeng Riyanta.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, Baznas, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sultra juga menyerahkan 150 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada 32 perusahaan yang telah menjadi donatur sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap Program Gotong Royong Bedah Rumah.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Laporan : Redaksi













