Example 728x250
Berita

Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan Zaman, Gubernur Sultra Serukan Pelestarian Budaya dari Festival Wawonii

10
×

Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan Zaman, Gubernur Sultra Serukan Pelestarian Budaya dari Festival Wawonii

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka.

KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian tradisi lokal, serta pemberdayaan pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, saat membuka Kirab Budaya Wonderful Wawonii dalam rangka Festival Pulau Wawonii Tahun 2026 yang dipusatkan di Pelataran TPI Langara, Kecamatan Wawonii Barat, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa Pulau Wawonii sebagai salah satu wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, serta tradisi lokal yang sangat berharga dan perlu dijaga bersama di tengah arus perkembangan zaman yang terus berubah.
Menurutnya, budaya daerah bukan hanya sekadar warisan leluhur, tetapi juga identitas masyarakat yang menjadi kekuatan besar dalam membangun karakter daerah sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata.

“Budaya adalah jati diri masyarakat. Apa yang diwariskan para leluhur harus kita jaga bersama agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar gubernur di hadapan masyarakat, tokoh adat, pelaku seni, dan peserta kirab budaya.

Ia menjelaskan bahwa tradisi, seni pertunjukan, musik daerah, tarian adat, pakaian tradisional, hingga nilai-nilai kearifan lokal merupakan aset penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Wawonii.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai kegiatan budaya agar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pelestarian, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut gubernur, Festival Pulau Wawonii menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi budaya dan wisata daerah kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar Sulawesi Tenggara.

Selain memiliki panorama alam yang indah, Pulau Wawonii dinilai menyimpan kekayaan budaya yang unik, ramah, dan penuh nilai sejarah yang dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
“Wawonii bukan hanya indah karena alamnya, tetapi juga kaya karena budayanya. Ini harus menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Ia menilai kegiatan budaya seperti kirab adat mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin lokal, pelaku seni, hingga usaha kuliner tradisional.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, menurutnya, perputaran ekonomi masyarakat juga akan semakin tumbuh dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Ketika budaya dijaga dan pariwisata berkembang, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Di situlah pentingnya menjaga budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga mengajak generasi muda untuk terus mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya daerahnya sendiri agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar.

Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan seni, adat, dan tradisi daerah.

“Anak-anak muda Sulawesi Tenggara harus bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai kita kehilangan identitas karena tidak mau menjaga warisan budaya yang kita miliki,” tegas Andi Sumangerukka.

Festival Pulau Wawonii Tahun 2026 berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni budaya, kirab adat, pertunjukan tradisional, serta partisipasi masyarakat dari berbagai wilayah di Konawe Kepulauan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan yang terus memperkuat promosi wisata daerah, melestarikan budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.

Laporan : Redaksi