KONAWE UTARA, liputan6sultra.com — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara terus mendorong percepatan penanganan persoalan kelistrikan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., menggelar rapat bersama pihak PLN UP3 Kendari guna membahas kondisi tegangan listrik yang tidak stabil di sejumlah wilayah di Konawe Utara.
Rapat tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Konawe Utara pada Rabu (20/5/2026) dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta perwakilan PLN Sulawesi Tenggara.
Dalam pertemuan itu, Bupati Ikbar menegaskan bahwa persoalan listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, kondisi tegangan listrik yang kerap naik turun telah menimbulkan banyak kerugian, baik bagi masyarakat umum maupun pelaku usaha.
“Keluhan masyarakat terkait tegangan listrik sudah cukup lama terjadi dan dampaknya sangat dirasakan warga. Banyak peralatan elektronik mengalami kerusakan akibat listrik yang tidak stabil. Ini tentu harus segera ditangani,” ujar Bupati Ikbar.
Pada kesempatan tersebut, pihak PLN Sulawesi Tenggara memaparkan sejumlah langkah penanganan sementara yang akan dilakukan untuk mengurangi gangguan tegangan listrik di Konawe Utara. Salah satu solusi yang disiapkan yakni penempatan mesin pembangkit listrik berkapasitas 8 megawatt di PLTU Asera yang berada di Kelurahan Wanggudu.
Menurut pihak PLN, langkah tersebut dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu penyelesaian proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Keberadaan mesin pembangkit tambahan itu diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik dan menjaga kestabilan tegangan di wilayah Konawe Utara yang selama ini sering mengalami gangguan.
PLN juga menargetkan proses pemasangan mesin pembangkit tersebut dapat direalisasikan pada Oktober 2026. Dengan adanya tambahan daya tersebut, diharapkan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat semakin membaik.
Meski demikian, Bupati Ikbar meminta agar langkah percepatan tetap dilakukan sehingga masyarakat tidak terus menerus menghadapi persoalan listrik yang berkepanjangan. Ia bahkan berharap kondisi kelistrikan di Konawe Utara sudah kembali normal sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
“Kami berharap ada langkah cepat dari PLN sehingga masyarakat bisa menikmati listrik yang stabil. Persoalan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Konawe Utara juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang selama ini turut membantu pemerintah dalam menyuarakan persoalan kelistrikan di daerah tersebut.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Koalisi Rakyat Konawe Utara Menggugat (KRKM) yang dinilai aktif mendorong perhatian terhadap kondisi listrik di Konawe Utara.
Menurut Bupati, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstruktif menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penyelesaian persoalan daerah, termasuk sektor energi dan pelayanan dasar lainnya.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap koordinasi dan sinergi bersama PLN dapat terus diperkuat agar berbagai persoalan kelistrikan dapat segera diatasi secara bertahap. Stabilitas pasokan listrik dinilai sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya langkah penanganan yang mulai dilakukan, masyarakat Konawe Utara diharapkan dapat segera merasakan pelayanan listrik yang lebih baik, stabil, dan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sektor usaha secara optimal.
Laporan : Jaldin













