Example 728x250
BeritaDaerah

TPID Kendari dan BI Sultra Akselerasi Pengendalian Inflasi, Luncurkan Program Pangan Strategis 2026

13
×

TPID Kendari dan BI Sultra Akselerasi Pengendalian Inflasi, Luncurkan Program Pangan Strategis 2026

Sebarkan artikel ini

KENDARI, – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan Tahun 2026 yang digelar, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026, sebuah pendekatan baru yang dirancang untuk menjawab tantangan inflasi pangan yang semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga karakter komoditas pangan yang bersifat musiman.

Rakor dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, didampingi Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, serta Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Turut hadir unsur Forkopimda, OPD, akademisi, hingga 161 pelaku kios pangan digital yang menjadi bagian penting dalam penguatan distribusi pangan daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan, inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat 0,33 persen (mtm), 2,95 persen (yoy), dan 1,16 persen (ytd). Tekanan inflasi masih didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas utama seperti beras, cabai rawit, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, dan bensin.
Kepala BI Sultra, Edwin Permadi menegaskan bahwa Rakor Pangan tahun ini menitikberatkan pada tiga strategi utama, yakni penguatan sinergi, percepatan intervensi harga, serta pengendalian sisi permintaan melalui edukasi pola konsumsi masyarakat.

“Sinergi adalah kunci. Tanpa kolaborasi, program tidak akan berjalan optimal. Namun dengan sinergi, dampaknya bisa lebih luas, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari menekankan bahwa stabilitas inflasi menjadi prasyarat penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam Rakor tersebut, TPID bersama BI Sultra meluncurkan sejumlah program strategis. Di antaranya penambahan 70 Kios Pangan Digital dan penguatan 5 kerja sama antardaerah (B2B) guna memperlancar distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan pangan.

Selain itu, diluncurkan program PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) yang melibatkan 11 kecamatan sebagai upaya pengendalian inflasi berbasis keluarga melalui pola konsumsi bijak dan beragam.

Program lainnya adalah Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) yang diterapkan di 24 SMP Negeri di Kota Kendari. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang inflasi sejak dini melalui kegiatan produktif seperti berkebun dan pembelajaran berbasis proyek.

Melalui berbagai langkah tersebut, TPID Kota Kendari bersama BI Sultra optimistis pengendalian inflasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan pasokan, distribusi, hingga perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Laporan : Redaksi