MUNA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melakukan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadhan di tiga kabupaten yang berada di Pulau Muna, yakni Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah, pada Sabtu (14 Maret 2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Gubernur untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan arah pembangunan yang akan dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Sultra.
Dalam setiap kesempatan sambutannya di hadapan masyarakat, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan memprioritaskan pembangunan yang bersifat monumentalis, melainkan fokus pada program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
“Saya tidak akan membangun hal-hal yang sifatnya monumentalis yang hanya menguntungkan beberapa orang. Tetapi saya akan membangun sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat banyak,” tegas Andi Sumangerukka.
Menurutnya, pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah provinsi saat ini adalah pembangunan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama antara lain pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, fasilitas pelabuhan, sekolah, serta pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir.
Gubernur menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengalokasikan pembangunan sebanyak 400 unit rumah layak huni bagi masyarakat miskin yang tersebar di berbagai daerah di Sultra. Program tersebut merupakan kelanjutan dari program pembangunan rumah layak huni yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 lalu, Pemprov Sultra telah membangun sekitar 200 unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Ke depan, jumlah pembangunan rumah tersebut direncanakan akan terus ditingkatkan setiap tahun selama masa kepemimpinannya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur juga menyempatkan diri meninjau langsung rumah warga di tiga kabupaten yang menjadi penerima bantuan program rumah layak huni. Ia menegaskan bahwa anggaran pembangunan rumah sebesar Rp50 juta per unit harus digunakan sepenuhnya untuk pembangunan rumah dan tidak boleh dipotong oleh pihak manapun.
“Anggaran Rp50 juta untuk satu rumah harus digunakan sepenuhnya untuk pembangunan rumah. Tidak boleh ada potongan. Rumah yang dibangun harus benar-benar layak dan bisa ditempati dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain sektor perumahan, perhatian pemerintah provinsi juga diarahkan pada peningkatan akses pendidikan. Menanggapi aspirasi masyarakat di Kabupaten Muna yang meminta pembangunan sekolah menengah atas (SMA), Gubernur menyatakan komitmennya untuk memastikan setiap kecamatan di Sulawesi Tenggara memiliki minimal satu SMA.
Menurutnya, keberadaan SMA di setiap kecamatan sangat penting untuk memudahkan akses pendidikan bagi para pelajar, sehingga mereka tidak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas.
“Ke depan kita akan upayakan agar setiap kecamatan memiliki minimal satu SMA. Jangan lagi ada kecamatan yang tidak punya SMA,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap pembangunan di wilayahnya. Ia menilai dukungan pemerintah provinsi sangat membantu daerah dalam mempercepat pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur terhadap pembangunan di Muna Barat. Dukungan pemerintah provinsi sangat membantu daerah kami dalam mempercepat pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Darwin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan beberapa kebutuhan pembangunan di daerahnya, salah satunya terkait kondisi Jembatan Tondasi–Torobulu yang masih berstatus aset Pemerintah Provinsi Sultra. Ia berharap jembatan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian karena kondisinya mulai memprihatinkan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti kondisi perumahan masyarakat di Muna Barat yang masih menjadi perhatian. Hingga saat ini masih terdapat rumah yang dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga dalam satu bangunan.
Karena itu, pemerintah daerah berharap program pembangunan rumah layak huni dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dapat membantu meningkatkan kualitas hunian sekaligus kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Safari Ramadhan yang dilakukan Gubernur Sultra di Pulau Muna tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi secara langsung serta memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Laporan : Jaldin













