Example 728x250
BeritaDaerah

Pemprov Sultra dan Polda Pantau Harga Pangan, Kapolda: Kondisi Relatif Stabil

39
×

Pemprov Sultra dan Polda Pantau Harga Pangan, Kapolda: Kondisi Relatif Stabil

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara bersama Polda Sultra melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok.

KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara bersama Polda Sultra melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pusat perbelanjaan dan gudang logistik di Kota Kendari, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dan didampingi Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pengecekan antara lain Pasar Korem, Gudang Bulog, distributor PT WINGS, dan Hypermart The Park Kendari. Di setiap lokasi, rombongan meninjau langsung stok barang dan berdialog dengan pedagang maupun pengelola gudang terkait perkembangan harga dan distribusi bahan pokok.

Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serta telur ayam ras. Dari hasil pemantauan, harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil dan tidak ditemukan lonjakan yang signifikan. Stok pangan juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda berkomitmen menjaga kestabilan harga dan kelancaran distribusi bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran.

“Berdasarkan hasil pemantauan hari ini, secara umum kondisi harga relatif stabil dan stok aman. Kami akan terus melakukan pengawasan agar situasi tetap terkendali,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang dapat memicu kelangkaan di pasaran.

“Kami akan terus mengawasi distributor dan pelaku usaha. Jika ditemukan praktik penimbunan atau upaya memainkan harga, akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sinergi antara Pemprov Sultra dan Polda Sultra diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang dan nyaman.

Laporan : Jaldin