Gubernur Sultra Tinjau RSUD Baubau, Siapkan Penguatan Layanan Kesehatan Penunjang Pemekaran Kepton
BAUBAU – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau, Jumat (6/3/2026) pagi. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sultra dalam memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan yang diproyeksikan memiliki peran penting dalam rencana pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Baubau. Beberapa ruangan yang dikunjungi antara lain ruang tindakan medis, ruang Intensive Care Unit (ICU), serta poli paru. Selain itu, gubernur juga berdialog dengan tenaga medis dan menyapa pasien yang tengah menjalani perawatan.
Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus diperkuat, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Karena itu, peningkatan fasilitas dan kapasitas rumah sakit menjadi perhatian serius pemerintah provinsi sebagai bagian dari upaya pemerataan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, RSUD Kota Baubau memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan bagi sejumlah puskesmas di wilayah kepulauan sekitar. Dengan posisi tersebut, peningkatan kualitas layanan dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan memadai.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga berencana mendorong peningkatan status RSUD Kota Baubau dari tipe C menjadi tipe B. Upaya ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, termasuk dalam pemenuhan fasilitas penunjang, sarana prasarana, serta standar pelayanan medis yang dipersyaratkan.
Selain peningkatan status rumah sakit, pemerintah provinsi juga membuka peluang pemanfaatan lahan milik Pemprov Sultra di Kota Baubau untuk mendukung pengembangan RSUD Baubau di masa mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kapasitas pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan bahwa penguatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari langkah strategis dalam menghadapi rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, apabila pemekaran Provinsi Kepton terwujud, maka infrastruktur pelayanan dasar, termasuk rumah sakit rujukan, harus sudah siap sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Karena itu, kesiapan fasilitas kesehatan perlu mulai diperkuat sejak sekarang agar mampu mendukung kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, RSUD Kota Baubau diharapkan dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih representatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan kepulauan Sulawesi Tenggara.
Laporan : Jaldin













