Example 728x250
BeritaDaerah

Perkuat Ekonomi Wisata, Ridwan Badallah Turun Langsung, Industri Film Jadi Instrumen Promosi Sultra

27
×

Perkuat Ekonomi Wisata, Ridwan Badallah Turun Langsung, Industri Film Jadi Instrumen Promosi Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Kepala Dinas pawiwisata Sulawesi Tenggara.

KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat promosi pariwisata melalui pengembangan industri kreatif, khususnya subsektor perfilman. Langkah konkret itu ditunjukkan dengan dukungan langsung Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra, Ridwan Badallah, terhadap proses produksi film karya Rumah Semut Film yang mengambil lokasi syuting di kawasan Tugu Persatuan, eks Lapangan MTQ, Kota Kendari, Senin (17/2/2026).

Produksi film yang disutradarai Irham Aco Bahtiar tersebut melibatkan sekitar 20 kru profesional dan sejumlah talenta lokal. Kehadiran Karina Icaha, Miss Selebriti Internasional 2025 asal Jakarta, sebagai pemeran utama, menjadi daya tarik tersendiri sekaligus meningkatkan nilai promosi daerah dalam proyek tersebut.

Kawasan Tugu Persatuan dipilih karena dinilai memiliki karakter visual yang kuat dan ikonik. Lokasi yang berada di pusat Kota Kendari itu menyuguhkan perpaduan arsitektur monumental, ruang terbuka publik, serta lanskap kota yang dinamis. Secara sinematografis, area ini dianggap mampu merepresentasikan wajah modern Sulawesi Tenggara tanpa meninggalkan nilai historisnya.

Tidak sekadar memberikan dukungan moral dan administratif, Ridwan Badallah bahkan turut terlibat sebagai pemain pendukung dengan memerankan karakter seorang pimpinan perusahaan. Keterlibatan ini menjadi simbol dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pertumbuhan industri perfilman di Sultra.

Ketgam : Kadis Pariwisata Sultra. Redaksi

Ridwan menegaskan bahwa industri film memiliki kekuatan strategis dalam membangun citra dan memperluas jangkauan promosi daerah.

“Film adalah medium yang sangat efektif dalam membentuk persepsi publik. Ketika suatu daerah ditampilkan dalam layar lebar, maka secara tidak langsung potensi wisata, budaya, hingga perkembangan kotanya ikut dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan syuting.

Menurutnya, dukungan terhadap produksi film merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun branding daerah berbasis visual storytelling. Promosi melalui film dinilai lebih kuat secara emosional karena mampu menghadirkan pengalaman visual dan narasi yang menyentuh audiens.

Ia juga menambahkan bahwa industri kreatif, termasuk perfilman, memiliki dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang signifikan. Aktivitas produksi film melibatkan berbagai sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, kuliner, penyedia jasa kreatif, hingga pelaku UMKM lokal.

“Ketika ada produksi film di daerah, bukan hanya sektor pariwisata yang bergerak, tetapi juga ekonomi masyarakat secara langsung. Ini menjadi peluang bagi anak-anak muda Sultra untuk terlibat dan mengembangkan bakat di bidang kreatif,” jelasnya.

Manajemen Rumah Semut Film menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sultra yang dinilai sangat responsif dan terbuka. Mereka menyebut, kemudahan koordinasi dan dukungan fasilitas menjadi pertimbangan penting dalam memilih Kendari sebagai lokasi produksi.

Ke depan, Pemprov Sultra berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai destinasi syuting yang ramah produksi (film friendly location). Dengan kekayaan panorama alam seperti pantai, pulau-pulau eksotis, perbukitan, serta keragaman budaya lokal, Sulawesi Tenggara dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional sebagai lokasi perfilman.

Langkah kolaboratif antara pemerintah dan pelaku industri kreatif ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata, memperluas investasi, serta melahirkan talenta-talenta perfilman lokal yang siap bersaing di industri nasional.

Melalui pemanfaatan film sebagai media promosi, Sulawesi Tenggara tidak hanya menampilkan keindahan alamnya, tetapi juga memperkuat identitas daerah sebagai wilayah yang terbuka, progresif, dan kaya akan potensi kreatif.

Laporan : Jaldin