KENDARI – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, menegaskan bahwa sektor pariwisata tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua. Penegasan itu disampaikan sebagai jawaban atas berbagai kritik yang mempertanyakan arah dan capaian pembangunan pariwisata dalam 100 hari kerja pemerintahan saat ini.
Ridwan menyebut, sejak awal dirinya dilantik telah muncul keraguan terhadap kapasitasnya dalam membangun pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Namun ia menilai, pembangunan sektor pariwisata tidak bisa diukur hanya dari waktu yang singkat ataupun dari kegiatan yang bersifat seremonial.

“Fokus kami pada tahap awal adalah membangun fondasi yang kuat. Kami menyusun desain Poros Pariwisata Sultra dan memperbaiki ekosistemnya secara menyeluruh. Ini bukan pekerjaan instan,” ujarnya. Kamis, 26/02/2026.
Ia juga mengklarifikasi data kunjungan wisatawan dengan berkoordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, angka wisatawan nusantara (wisnus) yang selama ini dibanggakan tidak sepenuhnya merepresentasikan kunjungan untuk tujuan wisata, karena turut mencakup pergerakan orang untuk aktivitas ekonomi dan kepentingan lainnya.
Ridwan menilai, jika selama satu dekade terakhir ekosistem pariwisata telah benar-benar kuat, maka indikator keberhasilannya akan terlihat jelas pada kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), stabilitas konektivitas transportasi, serta dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia menyebut kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD pada 2025 tercatat kurang dari Rp1 miliar, sementara anggaran yang dialokasikan mencapai puluhan miliar rupiah.
Selain itu, ia menyoroti konektivitas menuju Wakatobi yang belum stabil dan cenderung musiman. Menurutnya, destinasi yang berkelanjutan harus didukung akses transportasi yang konsisten. Karena itu, pengembangan pariwisata Sultra tidak lagi terpusat pada satu destinasi, melainkan dibangun secara terintegrasi di seluruh kabupaten/kota, dengan Kendari sebagai pintu masuk utama (hub).
Dalam upaya memperkuat konektivitas, Dispar Sultra menjajaki kerja sama promosi melalui funtrip maskapai AirAsia rute Jakarta–Kendari, membuka peluang rute Morowali–Kendari–Wakatobi dan Makassar–Kendari–Wakatobi, serta komunikasi awal untuk rute internasional Guangzhou–Kendari.
Di sektor pengelolaan destinasi, pembenahan dilakukan di Pulau Bokori dengan penataan ulang fasilitas yang tidak terawat sejak 2016, perbaikan sarana wisata, peningkatan sistem kebersihan, serta penyusunan desain pengembangan kawasan termasuk penjajakan investasi swasta. Penataan juga dilakukan di kawasan Kendari Water Sport sebagai pusat penyangga pariwisata Sultra.
Pendekatan pentahelix diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, akademisi, komunitas seni dan kreatif, Kadin, serta Perusda. Pengembangan desa wisata seperti Batugong dan Taipa turut didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.
Untuk mendukung agenda Sail Indonesia 2026, Dispar Sultra melakukan koordinasi lintas daerah di Buton Utara, Wakatobi, Buton Selatan, Muna Barat, dan Kolaka. Kegiatan tersebut akan diintegrasikan dengan festival budaya dan penguatan desa wisata agar berdampak langsung pada masyarakat.
Dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata juga akan merampungkan kalender event daerah sebagai bagian dari kepastian promosi. Sejumlah agenda telah dipersiapkan, antara lain Harmoni Sultra dan Festival Bokori, Semerbak Dirgantara bersama Mabes AU, China Ekspor bersama Dekranasda, Spot Kuliner Ramadan 2026 x Recto Festival, produksi film “Kandole”, serta event lari di Kendari Water Sport.
Ridwan menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari 26 strategi utama yang tengah dijalankan untuk membangun fondasi pariwisata Sultra yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Pariwisata tetap menjadi prioritas dalam pemerintahan ASR–Hugua. Kami membangun fondasi agar dampaknya nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Hasilnya memang bertahap, tetapi arahnya jelas dan terukur,” pungkasnya.
Laporan : Jaldin













