KONAWE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda kembali ditegaskan melalui kehadiran Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, pada kegiatan Sosialisasi Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar di Hotel Grand Nugraha, Unaaha, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Konawe bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional tersebut diikuti lebih dari 400 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA se-Kabupaten Konawe. Sosialisasi ini mengangkat tema “Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas dengan Makan Bergizi Gratis” sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pemenuhan gizi anak sekolah.
Kepala Regional Sulawesi Tenggara Badan Gizi Nasional, Maharani Puspaningrum, S.A.P., M.Han., dalam paparannya menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pembagian makanan di sekolah, tetapi merupakan strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta perkembangan fisik dan mental anak. Oleh karena itu, pelaksanaan program harus memperhatikan ketepatan sasaran, kualitas bahan pangan, kebersihan proses pengolahan, serta sistem distribusi yang tertib dan terawasi.
“Program makan bergizi gratis adalah investasi besar bagi masa depan bangsa. Keberhasilannya sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, tenaga kesehatan hingga masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan program berjalan sesuai standar. Transparansi pelaporan serta pengawasan berkala menjadi kunci agar pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan utama.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Asisten III Setda Konawe, Mudarman, S.Sos., M.Si. Turut hadir Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah, S.H., yang menyampaikan kesiapan pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program hingga ke tingkat satuan pendidikan.
Nopri menekankan pentingnya koordinasi teknis antara sekolah, dinas terkait, dan SPPG guna mencegah kendala di lapangan. Menurutnya, sistem pelaporan yang cepat dan akurat akan memudahkan proses evaluasi serta perbaikan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yohanes, S.E., M.M., memaparkan dukungan teknis dari sektor kesehatan, termasuk pengawasan standar gizi, keamanan pangan, serta edukasi kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari penerapan PHBS.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa sekolah merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter dan pola hidup sehat peserta didik. Ia mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk menjadi motor penggerak edukasi gizi dan perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.
“Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan sehat anak-anak. Program ini tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif, tetapi sebagai gerakan bersama untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi Konawe,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala agar program benar-benar memberikan dampak nyata. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, serta aparat keamanan terus diperkuat demi mewujudkan generasi Konawe yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.
Laporan : Kahar













