KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (19/1/2026). Apel tersebut diikuti ribuan ASN dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sultra.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat efisiensi anggaran, ketepatan sasaran program, serta disiplin dan integritas aparatur, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks dan dinamis.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya tercermin dalam angka statistik. Oleh karena itu, setiap anggaran yang dibelanjakan pemerintah daerah harus memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara terus meningkat. Namun, peningkatan itu harus diikuti dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Anggaran pemerintah harus menjadi stimulus yang efektif dan tepat sasaran,” ujar Andi Sumangerukka.
Gubernur mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan OPD, masih ditemukan sejumlah alokasi anggaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada pemborosan anggaran maupun kegiatan yang tidak berdampak nyata.
“Pengelolaan anggaran harus tepat sasaran. Semua kegiatan wajib berjalan sesuai instruksi dan disposisi gubernur. Tidak boleh ada lagi pemborosan,” tegasnya.
Perhatian serius juga disampaikan Gubernur terhadap struktur belanja pegawai Pemprov Sultra. Dari sekitar 23 ribu ASN, beban gaji yang semula diproyeksikan sebesar Rp1,6 triliun, pada realisasinya justru meningkat hingga melampaui Rp1,7 triliun. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak kembali terjadi pada tahun anggaran 2026.
“Tahun 2026 tidak boleh terulang lagi. Jika kita mampu melakukan efisiensi dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, maka tambahan penghasilan pegawai (TPP) dapat diberikan secara adil dan proporsional,” jelasnya.
Dalam pemaparan kondisi makro ekonomi daerah, Gubernur menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sultra pada Triwulan III Tahun 2025 mencapai 5,65 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,4 persen. Ia menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama yang harus terus diperkuat melalui kebijakan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, inflasi tahunan Sultra tercatat sebesar 2,86 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 2,92 persen. Bahkan pada Desember 2025, inflasi Sultra hanya 0,22 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.
Di bidang pengelolaan keuangan daerah, realisasi penyerapan anggaran OPD Pemprov Sultra tahun 2025 mencapai 88,99 persen. Gubernur menargetkan pada tahun 2026 seluruh OPD mampu meningkatkan serapan anggaran di atas 95 persen, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sebagai langkah percepatan, Gubernur menginstruksikan seluruh OPD untuk mulai melaksanakan kegiatan sejak Triwulan I Tahun 2026. Khusus OPD penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia meminta agar lebih kreatif dan inovatif, terutama menyikapi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun mendatang.
Menutup arahannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat keamanan yang telah menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat koordinasi, sinergi, serta menjaga disiplin, integritas, dan komitmen pelayanan publik.
“ASN adalah wajah pemerintah. Disiplin dan integritas adalah kunci utama untuk mendorong Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya. (KM).













