Example 728x250
BeritaDaerah

Gubernur Andi Sumangerukka Perkuat Ekosistem Benih Mandiri untuk Kesejahteraan Petani Sultra

55
×

Gubernur Andi Sumangerukka Perkuat Ekosistem Benih Mandiri untuk Kesejahteraan Petani Sultra

Sebarkan artikel ini
Katgam : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan program benih mandiri.

KONAWE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan program benih mandiri. Program ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pertanian, menjaga ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut ditandai dengan panen perdana hasil perbanyakan benih padi serta pembagian benih padi unggul gratis bertajuk “Sanggoleo Sultra” kepada kelompok tani. Kegiatan ini dilaksanakan di Wawotobi, Kabupaten Konawe, Selasa (20/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa program benih mandiri tidak hanya bertujuan untuk menyediakan benih bagi petani, tetapi juga untuk membangun sistem perbenihan yang kuat, mandiri, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan pertanian ke depan.

“Program benih mandiri ini bukan sekadar menghasilkan benih, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem perbenihan yang kuat, berkelanjutan, berdaya tahan, dan benar-benar berpihak kepada petani,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia menjelaskan, Pemprov Sultra melalui UPTD Balai Perbanyakan Benih Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara secara konsisten menjaga kemurnian serta kualitas genetik benih padi yang dikembangkan. Benih tersebut kemudian diperbanyak oleh para penangkar benih lokal yang telah dibina dan didampingi secara berkelanjutan.

Selain itu, untuk menjamin mutu benih sekaligus meningkatkan kepercayaan petani, seluruh proses perbenihan dikawal secara ketat oleh UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSTP). Pengawasan dilakukan mulai dari proses produksi hingga distribusi benih ke kelompok tani.

“Pengawasan yang profesional dan berkelanjutan sangat penting agar benih yang diterima petani merupakan benih padi unggul, bermutu, dan bersertifikat,” tegas Gubernur.

Melalui program benih mandiri ini, Pemprov Sultra berharap petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh benih padi unggul yang sesuai dengan kondisi lahan dan agroekosistem setempat. Ketersediaan benih unggul secara berkelanjutan diyakini mampu mendorong peningkatan hasil panen serta menekan biaya produksi petani.

“Dengan penggunaan benih unggul, kita berharap produksi dan produktivitas padi di Sulawesi Tenggara dapat terus meningkat. Dampaknya tentu akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan program benih mandiri, mulai dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, para penangkar benih, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani.

Ia berharap panen perdana ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta memperluas jangkauan program benih mandiri ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

“Semoga kegiatan ini dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung terwujudnya swasembada pangan demi kemandirian dan ketahanan pangan daerah maupun nasional,” pungkasnya. (KM)