Example 728x250
BeritaDaerah

BPBD Sultra Gelar Apel Siaga Bencana 2025, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan

34
×

BPBD Sultra Gelar Apel Siaga Bencana 2025, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin, memimpin Apel Siaga Bencana Tahun 2025 di Lapangan Kantor BPBD Sultra, Senin malam (22/12/2025).

KENDARI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin, memimpin Apel Siaga Bencana Tahun 2025 di Lapangan Kantor BPBD Sultra, Senin malam (22/12/2025).

Apel ini digelar sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memastikan kesiapan seluruh unsur menghadapi potensi bencana alam, terutama di tengah meningkatnya curah hujan. Kegiatan tersebut menekankan penguatan koordinasi, kesiapsiagaan personel, serta kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Apel siaga diikuti unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD Provinsi Sultra, serta sejumlah OPD dan instansi terkait yang tergabung dalam sistem penanggulangan bencana daerah.

Dalam arahannya, La Ode Saifuddin menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan, baik siang maupun malam hari, sebagai bagian dari perintah langsung pimpinan daerah.

“Setiap perwakilan OPD wajib menyampaikan laporan kegiatan sejak pagi hingga malam hari. Seluruh kejadian di Kota Kendari maupun di 17 kabupaten/kota harus segera dilaporkan ke Posko Satgas Darurat,” tegasnya.

Ia menyampaikan, laporan dari lapangan akan diteruskan secara berjenjang kepada pimpinan daerah sehingga ketepatan waktu dan kelengkapan informasi menjadi kunci dalam pengambilan keputusan cepat.

Selain itu, ia meminta unsur TNI, Polri, dan lembaga kebencanaan lainnya memastikan kehadiran serta kesiapan personel yang bertugas di posko, dan melaporkannya kepada pimpinan masing-masing.

“Kesiapan personel harus jelas dan tercatat. Semua yang bertugas di posko wajib dilaporkan,” ujarnya.

La Ode Saifuddin juga mengingatkan potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi di Kota Kendari dan sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan, simulasi kesiapsiagaan telah dilakukan sebelumnya sebagai bentuk antisipasi dini.

“Jika terjadi bencana, kita sudah memahami langkah yang harus dilakukan karena simulasi kesiapsiagaan telah dilaksanakan,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, BPBD Sultra telah membentuk Posko Terpadu Siaga Bencana Alam Tahun 2025 sebagai pusat koordinasi lintas sektor, termasuk pemantauan dan pembaruan informasi cuaca dari BMKG.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh unsur untuk terus memperkuat sinergi, menjaga kekompakan, serta tetap siaga penuh selama masa tugas, termasuk kesiapan bermalam di posko bila diperlukan.

“Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama yang solid, penanganan bencana diharapkan dapat berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi,” pungkasnya.

Laporan : KM