KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Seminar Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan STQH Tingkat Nasional Tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Wagub Hugua menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut di Bumi Anoa. Menurutnya, kehadiran ratusan kafilah dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia merupakan bukti nyata bahwa Sulawesi Tenggara kini menjadi salah satu pusat penyebaran syiar Islam yang semakin maju dan terbuka.
“Provinsi Sultra merasa sangat terhormat dan bahagia karena dapat menjadi bagian dari sejarah perjalanan syiar Al-Qur’an dan hadis di negeri ini,” ujar Hugua dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta dan undangan. Jumat, 17/10/2025.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seminar yang menjadi bagian dari STQH ini bukan hanya sekadar ajang seremonial keagamaan, tetapi memiliki makna mendalam sebagai tadabbur qur’ani suatu upaya memahami, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini mengajak kita semua untuk tidak berhenti pada bacaan tilawah semata, tetapi berupaya menggali makna ayat-ayat suci Al-Qur’an, lalu menghadirkannya dalam tindakan nyata di bidang sosial, budaya, maupun lingkungan,” jelasnya.
Hugua juga berharap agar melalui kegiatan ini dapat lahir gagasan dan pemikiran konstruktif tentang bagaimana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an agar menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan bangsa.
“Kami ingin seminar ini melahirkan ide-ide yang mampu memperkuat karakter bangsa, membentuk manusia Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki daya saing tinggi di tengah perubahan zaman,” tambahnya.

Acara yang diikuti lebih dari 500 peserta ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Prof. Dr. K.H. Said Agil Husen Al Munawwar, Lc., M.A. Menteri Agama RI periode 2001–2004, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Forkopimda Sultra, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, serta para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Sulawesi Tenggara.
Menurut panitia penyelenggara, seminar ini menjadi ajang intelektual dan spiritual bagi seluruh peserta STQH Nasional untuk memperdalam wawasan keislaman sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan. Melalui tema-tema yang dibahas, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh semangat kebersamaan dalam bingkai keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Wagub Hugua juga menegaskan bahwa pelaksanaan STQH Nasional 2025 di Sulawesi Tenggara sejalan dengan visi pembangunan daerah “Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius.” Ia menyebut, kehadiran kegiatan bernuansa keagamaan di tingkat nasional mampu meneguhkan semangat pemerintah daerah dalam menjadikan nilai-nilai religius sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan momentum STQH ini sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keimanan dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah, sekaligus menegaskan bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan kemuliaan akhlak dan spiritualitas,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian seminar, yang menjadi pengantar penting sebelum pelaksanaan lomba utama STQH Nasional dimulai. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan lokal dalam acara ini turut memperkaya dialog keagamaan yang membawa pesan toleransi, kedamaian, dan kemajuan bangsa.
Dengan terselenggaranya seminar tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap agar STQH Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawatil Qur’an, tetapi juga wahana memperkuat karakter bangsa dan memperdalam pemahaman umat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.













