Example 728x250
BeritaDaerah

Sultra Jadi Tuan Rumah STQH Nasional XXVIII, Gubernur : Ajang Spirit Qur’ani Menuju Indonesia Emas

84
×

Sultra Jadi Tuan Rumah STQH Nasional XXVIII, Gubernur : Ajang Spirit Qur’ani Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sultra menyaksikan pembukaan megah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025

KENDARI – Semarak religi menyelimuti langit Bumi Anoa. Ribuan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia tumplek di kawasan Tugu Religi Sultra, Kota Kendari, menyaksikan pembukaan megah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, yang resmi digelar Sabtu malam (11/10/2025).

Ajang keagamaan terbesar tingkat nasional ini menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah, meneguhkan jati diri daerah yang religius, damai, dan berbudaya. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno, yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia.

Turut hadir Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, serta Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Suasana kian semarak ketika dilakukan pemukulan Dimba, alat musik tradisional khas Sulawesi Tenggara, sebagai tanda resmi dimulainya perhelatan akbar STQH Nasional XXVIII di Bumi Anoa.

Dalam sambutannya, Menko Pratikno menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi, tetapi harus disertai dengan kekuatan moral dan spiritual.

“Ilmu pengetahuan tanpa akhlak bagaikan pedang tanpa kendali. Jadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai kompas moral yang menuntun kita agar tidak tersesat dalam arus kemajuan peradaban,” ujarnya di hadapan ribuan hadirin.

Ia menambahkan, generasi muda harus menjadi agen perubahan yang tidak tercerabut dari akar nilai-nilai luhur agama. Menurutnya, STQH adalah ruang suci yang mengajarkan disiplin, kesabaran, serta semangat kompetisi yang berlandaskan keikhlasan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, seluruh kepala daerah, dan panitia pelaksana. Semoga setiap tetes keringat menjadi amal jariyah yang mengalirkan keberkahan bagi negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah STQH Nasional XXVIII Tahun 2025.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an dan Hadis, tetapi sebuah momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat persaudaraan antarumat di seluruh Indonesia.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dilombakan, tetapi untuk diamalkan. Demikian juga hadis, bukan sekadar dihafal, tetapi menjadi pedoman moral dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Andi Sumangerukka.

Lebih jauh, Gubernur menekankan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis merupakan pondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia. Di tengah tantangan globalisasi dan arus digitalisasi yang kian cepat, generasi Qur’ani menjadi benteng moral bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita berharap STQH ini melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih melantunkan ayat suci, tetapi juga mengamalkannya dalam tindakan nyata. Generasi yang berdisiplin, jujur, berempati, dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, panitia nasional dan daerah, aparat keamanan, TNI-Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan nasional ini.

Ia menilai, keberhasilan penyelenggaraan STQH tidak hanya mencerminkan kesiapan teknis daerah, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa cinta masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi semua pihak. Semoga penyelenggaraan STQH Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara berjalan sukses, lancar, dan membawa keberkahan bagi bangsa dan daerah kita,” tutupnya.

Perhelatan STQH Nasional XXVIII di Kendari menjadi bukti bahwa semangat keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan mampu menjadi energi positif dalam membangun peradaban bangsa yang berakhlak, maju, dan sejahtera.