Example 728x250
BeritaDaerah

Wagub Sultra Dorong Siswa SMK Siap Bersaing di Jepang lewat Program Akses Kerja Luar Negeri

527
×

Wagub Sultra Dorong Siswa SMK Siap Bersaing di Jepang lewat Program Akses Kerja Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

Kendari – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, membuka secara resmi Program Penguatan Akses Ketenagakerjaan Luar Negeri untuk Siswa SMK di Lapangan SMKN 6 Kendari, Kamis (25/9/2025). Program ini merupakan bantuan pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK agar siap menembus pasar kerja internasional, khususnya Jepang.

Program ini hadir untuk memberikan bekal keterampilan vokasi, pelatihan intensif, penguasaan bahasa asing, hingga pemahaman budaya kerja global. Tujuannya jelas, yakni mencetak tenaga kerja muda yang profesional, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. SMKN 6 Kendari menjadi salah satu sekolah yang dipercaya menerima program ini, dengan total 11 siswa terpilih. Dari jumlah tersebut, 10 orang merupakan penerima bantuan pemerintah, sementara satu siswa lainnya ikut melalui jalur mandiri.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Kodim 1417 Kendari, Dewan Guru, pengawas pembina, serta unsur struktural SMKN 6 Kendari.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menegaskan bahwa program ini sejalan dengan Astacita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya cita keempat yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, Presiden telah menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk serius menyiapkan tenaga kerja terampil dan berkarakter.

“Visi pembangunan Sultra yang kami wujudkan dalam Tricita ASR-Hugua menempatkan pendidikan sebagai pilar utama. Setelah pendidikan, ada kesehatan, agromaritim, dan infrastruktur. Semua itu bertujuan agar Sulawesi Tenggara bisa maju, aman, sejahtera, dan religius,” jelasnya.

Hugua juga mengungkapkan, Jepang saat ini membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja di sektor konstruksi, perawatan lansia, hingga pariwisata. Ia meyakini siswa Sultra memiliki peluang besar karena dikenal santun, kuat, dan sabar. “Bukan hanya 10 orang, tapi ratusan ribu tenaga kerja dibutuhkan di Jepang. Karakter kalian adalah modal besar untuk bersaing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hugua menekankan pentingnya empat bekal utama yang harus dimiliki siswa agar mampu bersaing di dunia kerja global, yakni visi, keterampilan, perilaku, dan karakter. Menurutnya, tanpa visi yang besar, pendidikan akan kehilangan arah.

“Kalau cita-citamu hanya jadi lurah, selesai. Tapi kalau cita-citamu setinggi langit, meskipun jatuh, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang,” ucapnya penuh semangat. Ia menambahkan, kesuksesan bekerja di luar negeri ditentukan bukan hanya oleh keterampilan teknis, melainkan juga 90 persen oleh budi pekerti.

Sementara itu, Kepala SMKN 6 Kendari, Sitti Ma’wa Rohani, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolahnya kini memiliki 1.162 siswa dengan lima jurusan, yaitu Geologi Pertambangan, Analisis Pengujian Laboratorium, Rekayasa Perangkat Lunak, Akuntansi, serta Teknik Pembangkit Tenaga Listrik.

Menurutnya, kepercayaan dari pemerintah pusat melalui program ini adalah kebanggaan sekaligus tantangan besar. “Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan nyata menyiapkan generasi muda Sultra untuk bersaing di tingkat global. Siswa tidak hanya diberi keterampilan, tetapi juga ditempa dengan kedisiplinan dan kesiapan mental,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui masih ada keterbatasan sarana prasarana di sekolah, mulai dari ruang belajar tambahan, laboratorium komputer modern, hingga aula serbaguna. Karena itu, ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan stakeholder agar SMKN 6 Kendari semakin siap mengawal program nasional ini.

Sebagai rangkaian kegiatan, Wagub Hugua didampingi pejabat terkait melakukan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada siswa. Simbolisasi ini menjadi titik awal dimulainya pelatihan akses ketenagakerjaan luar negeri bagi murid SMK di Sultra.

Dengan dimulainya program ini, diharapkan lahir generasi muda Sulawesi Tenggara yang tidak hanya siap bekerja di Jepang, tetapi juga mampu membawa nama baik daerah dan bangsa melalui keterampilan, kedisiplinan, dan budi pekerti yang unggul.