Kendari – Sebuah insiden dugaan perundungan (bullying) terjadi di SMP Negeri 3 Kendari pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 12.00 WITA. Seorang siswa berusia 14 tahun berinisial MS diduga menjadi korban saat jam istirahat setelah kepalanya terbentur tembok akibat insiden dengan teman-temannya.
Menanggapi kabar yang beredar, Kepala SMP Negeri 3 Kendari, Sabil, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah sangat serius dalam menangani kasus ini. Menurutnya, sejak awal sekolah telah berkomitmen mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Materi tentang pencegahan kekerasan sudah kami sampaikan sejak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Anak-anak juga sudah tahu prosedur pelaporan jika mengalami atau menyaksikan kekerasan,” jelas Sabil kepada Liputan6Sultra.com, Rabu (17/9/2025).
Sabil menambahkan, SMPN 3 Kendari telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta memiliki layanan Bimbingan Konseling (BK). Kedua perangkat tersebut secara khusus bertugas menangani persoalan seperti ini.
“Kami punya Tim TPPK dan BK. Semua prosedur telah berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah sudah melakukan investigasi internal untuk menelusuri peristiwa tersebut. insiden ini berawal dari main-main sehingga terjadi kecelakaan.
“Kami sangat serius menangani peristiwa ini. Investigasi internal sudah dilakukan, dan kami akan terus memantau, mengevaluasi, serta memperkuat kebijakan agar sekolah tetap menjadi tempat aman dan nyaman bagi semua siswa,” tegas Sabil.
Selain memberikan konseling kepada siswa yang terlibat, sekolah juga meningkatkan pengawasan di area sekolah. “Kami berkomitmen menciptakan suasana belajar yang kondusif, aman, dan nyaman,” tambahnya.
Di akhir klarifikasinya, Kepala SMP Negeri 3 Kendari mengajak masyarakat untuk bijak dalam menanggapi isu yang berkembang. Ia menegaskan sekolah terbuka terhadap kritik dan masukan, namun penting bagi semua pihak untuk melakukan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi.
“Kami menyambut baik kritik dan masukan. Namun, jangan terburu-buru menyimpulkan sebelum ada penjelasan yang jelas,” pungkasnya.













