Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa seluruh fasilitas pendukung, terutama penerangan dan sarana umum, harus berfungsi maksimal sebelum perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Provinsi Sultra, Sabtu (13/9/2025).
Dalam peninjauan langsung di lokasi persiapan, Gubernur yang akrab disapa ASR itu menemukan masih adanya beberapa fasilitas yang tidak terawat. Hal ini dinilai perlu segera diperbaiki, dirawat, dan dimanfaatkan kembali agar bisa digunakan secara optimal pada saat acara berlangsung.
“Semua fasilitas harus dalam kondisi baik. Penerangan, taman, sarana kebersihan, hingga akses jalan masuk harus benar-benar siap. Kita ingin tamu dan peserta STQH merasa nyaman, dan masyarakat juga bisa menikmati suasana yang tertib dan aman,” tegas ASR.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan fasilitas setelah acara selesai. ASR menyebutkan bahwa pihaknya akan menempatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP guna memastikan fasilitas tetap terjaga, tidak terbengkalai, serta bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain untuk mendukung kegiatan keagamaan, kawasan pelaksanaan STQH ini juga direncanakan akan dikembangkan menjadi ruang rekreasi sekaligus ruang investasi. Menurut Gubernur, pembangunan fasilitas publik harus memiliki nilai tambah, tidak hanya bermanfaat pada momentum acara tertentu, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Kita ingin menjadikan lokasi ini sebagai ikon baru Sultra, tempat masyarakat bisa beraktivitas, berwisata, sekaligus menarik investor untuk mengembangkan potensi daerah. Dengan begitu, hasil dari STQH bukan hanya berupa ajang syiar Islam, tetapi juga peningkatan kualitas ruang publik dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas yang sudah diperbaiki. Ia meminta warga untuk ikut serta menjaga kebersihan, ketertiban, serta menggunakan sarana umum secara bijak. Dengan demikian, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang tanpa harus menunggu acara besar untuk dirawat kembali.
Persiapan menjelang STQH sendiri telah melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, organisasi keagamaan, hingga komunitas masyarakat. Semua pihak diharapkan saling bersinergi agar pelaksanaan STQH berjalan sukses, tertib, dan khidmat.
STQH Tingkat Provinsi Sultra 2025 bukan sekadar ajang lomba membaca dan memahami Al-Qur’an serta Hadis, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci, dan mempererat persaudaraan umat. Karena itu, kesiapan fasilitas dan sarana pendukung dinilai menjadi kunci sukses penyelenggaraan acara.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, dukungan aparat keamanan, dan keterlibatan masyarakat, Sultra menargetkan penyelenggaraan STQH kali ini dapat berlangsung lebih meriah, aman, dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta maupun pengunjung.













