Example 728x250
BeritaDaerah

Sulawesi Tenggara Tuan Rumah STQH Nasional 2025, Gubernur Andi Sumangerukka Temui Menteri Agama

357
×

Sulawesi Tenggara Tuan Rumah STQH Nasional 2025, Gubernur Andi Sumangerukka Temui Menteri Agama

Sebarkan artikel ini

JAKARTA  – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Tingkat Nasional ke-28 tahun 2025. Kegiatan nasional bidang keagamaan ini dijadwalkan akan digelar pada bulan Oktober 2025, dengan pusat kegiatan di Kawasan Eks MTQ, Kota Kendari.

Dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan STQH, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melakukan audiensi dengan Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Kamis (17/7/2025).

“Audiensi ini merupakan bagian dari koordinasi teknis dengan Kementerian Agama sebagai instansi utama penyelenggara kegiatan. Ini penting agar pelaksanaan STQH berjalan lancar dan sesuai standar nasional,” kata Gubernur.

Selain dengan Kemenag, Gubernur juga menjalin komunikasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri, untuk memastikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan yang akan dihadiri oleh seluruh provinsi di Indonesia tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga menyampaikan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara terkait pentingnya pembangunan embarkasi haji di wilayah tersebut. Selama ini, jamaah haji asal Sultra harus berangkat melalui Embarkasi Makassar di Sulawesi Selatan, yang dinilai memberatkan secara biaya dan waktu.

“Proses pengusulan embarkasi haji masih berjalan. Salah satu syarat utamanya adalah bandara harus berstatus internasional, sehingga perlu keterlibatan otoritas teknis sejak awal,” jelas Gubernur Andi.

Ia berharap, ke depan Sulawesi Tenggara dapat memiliki embarkasi haji sendiri, demi meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi jamaah.

Dengan ditunjuknya Sultra sebagai tuan rumah STQH Nasional 2025, diharapkan tidak hanya memperkuat posisi daerah dalam bidang keagamaan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, termasuk sektor keagamaan.

Laporan : Redaksi