Kendari, liputan6sultra.com – SMAN 9 Kendari menetapkan pelaksanaan penilaian sumatif akhir semester akan digelar mulai 2 hingga 9 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil dalam rapat panitia sumatif sebagai bagian dari penyesuaian kalender pendidikan dan momentum Hari Raya Iduladha 1447 H, Selasa (12/5/2026)
Kepala SMAN 9 Kendari, Dr,Aslan. S,pd., M,pd. menjelaskan pelaksanaan ujian sengaja diundur agar tidak berbenturan dengan perayaan Iduladha yang jatuh pada akhir Mei.
“Tujuan kegiatan sumatif ini untuk memenuhi jadwal kalender pendidikan. Penilaian akhir semester memang dilaksanakan akhir Mei sampai awal Juni, tetapi kami mulai tanggal 2 Juni agar siswa dan guru bisa menyelesaikan dulu rangkaian perayaan Iduladha,” ujarnya,
Menurut Jayadi, proses penyusunan soal dan tanggung jawab pembelajaran guru tetap berjalan seperti biasa. Hanya pelaksanaan ujian yang dijadwalkan ulang sesuai hasil rapat sekolah.
Selain membahas pelaksanaan sumatif, pihak sekolah juga memaparkan hasil ujian kelas XII tahun ajaran 2025/2026. Dari total 326 peserta yang terdaftar, sebanyak 21 siswa dinyatakan tidak lulus karena tidak mengikuti ujian nasional yang dilaksanakan secara serentak.
“Sebagian besar karena tidak hadir saat ujian. Ada yang kemungkinan sudah bekerja, ikut orang tua keluar daerah, menikah, bahkan ada yang sudah tidak diketahui keberadaannya tetapi masih tercatat di Dapodik,” jelasnya.
Secara keseluruhan, tingkat kelulusan siswa di sekolah tersebut mencapai sekitar 93,6 persen.
Di bidang prestasi, SMAN 9 Kendari terus mendorong pengembangan akademik maupun non-akademik. Sekolah memiliki sejumlah cabang unggulan seperti atletik, tenis meja, futsal, hingga musikalisasi.
Jayadi menyebut beberapa siswa bahkan mampu bersaing hingga tingkat nasional, termasuk atlet yang saat ini mengikuti kompetisi nasional di Jakarta.
“Kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan sesuai program kesiswaan. Masing-masing dibina guru maupun pelatih dari luar sekolah agar prestasi siswa terus berkembang,” katanya.
Ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk kebutuhan pelatih berlisensi nasional untuk mendukung pembinaan siswa berprestasi.
Aslan berharap seluruh stakeholder di SMAN 9 Kendari dapat memaksimalkan pelaksanaan sumatif akhir semester karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari kalender pendidikan nasional yang wajib dilaksanakan oleh satuan pendidikan agar siswa dapat naik kelas sesuai kriteria yang telah ditetapkan sekolah.
“Beberapa cabang memang membutuhkan pendampingan pelatih profesional dari luar agar pembinaan lebih maksimal,” tutupnya.
Laporan: jaldin













