KENDARI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara melalui event Harmoni Sultra 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga diposisikan sebagai penggerak utama sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, yang juga menjabat sebagai ketua panitia, menegaskan bahwa penyelenggaraan Harmoni Sultra tahun ini dirancang secara komprehensif untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Ridwan, Harmoni Sultra 2026 menjadi wadah strategis untuk mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari kekayaan budaya, destinasi wisata, hingga produk-produk lokal yang dihasilkan pelaku UMKM. Ia menilai, kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkenalkan Sulawesi Tenggara secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun regional.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap rangkaian acara memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung pada 24 hingga 27 April 2026 tersebut mengusung konsep kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum. Beragam agenda digelar, seperti festival kuliner, pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga hiburan rakyat yang menarik minat pengunjung.
Dengan konsep tersebut, Harmoni Sultra diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga berdampak pada sektor lain seperti perhotelan, transportasi, dan jasa lainnya.
Panitia menargetkan jumlah pengunjung mencapai 75.000 hingga 85.000 orang selama pelaksanaan kegiatan. Dari jumlah tersebut, perputaran ekonomi langsung diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp3 miliar. Angka ini dinilai realistis melihat antusiasme masyarakat yang tinggi serta meningkatnya mobilitas wisatawan selama event berlangsung.
Ridwan menambahkan, capaian tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jaringan pasar. Selain itu, Harmoni Sultra juga diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang menarik, aman, dan kompetitif.
“Harmoni Sultra bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi lokal berbasis budaya, kreativitas, dan kolaborasi,” tutupnya.
Laporan : Redaksi













