Example 728x250
BeritaDaerah

Tinjau Rumah Singgah, Gubernur Sultra Tekankan Peran Pembinaan untuk Putus Rantai Kemiskinan

15
×

Tinjau Rumah Singgah, Gubernur Sultra Tekankan Peran Pembinaan untuk Putus Rantai Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan peninjauan langsung ke Rumah Singgah Multi Layanan milik Pemerintah Provinsi Sultra.

KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan peninjauan langsung ke Rumah Singgah Multi Layanan milik Pemerintah Provinsi Sultra yang terletak di kawasan Eks MTQ Kendari, Jumat (17/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus mendorong optimalisasi fungsi rumah singgah sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menangani persoalan sosial secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa rumah singgah tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, tetapi harus mampu bertransformasi menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian para penghuni.

“Rumah singgah ini harus menjadi tempat membina, bukan hanya menampung. Kita ingin tempat ini benar-benar memberi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan tujuan utama memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, pendekatan yang dilakukan harus bersifat menyeluruh, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat yang masuk ke rumah singgah tidak hanya mendapatkan perlindungan sementara, tetapi juga dibekali kemampuan untuk kembali mandiri.

Dalam peninjauan tersebut, Andi Sumangerukka juga melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia. Di antaranya ruang cuci, area jemuran, serta asrama yang dirancang untuk menampung sekitar 20 hingga 30 orang. Fasilitas asrama dilengkapi tempat tidur susun serta pengaturan pemisahan antara laki-laki dan perempuan guna menjaga kenyamanan dan keamanan penghuni.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kebersihan, pengelolaan yang tertib, serta pelayanan yang humanis bagi setiap warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sultra, Parinringi, yang turut mendampingi, menyampaikan komitmen pihaknya untuk mengoptimalkan fungsi rumah singgah sebagai pusat layanan terpadu. Ia menjelaskan bahwa berbagai layanan akan diintegrasikan, termasuk layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.

Menurutnya, kerja sama dengan sejumlah rumah sakit telah disiapkan guna memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis dapat segera dilayani. Dinas Sosial juga menyediakan ambulans untuk menjemput warga yang membutuhkan bantuan.

“Jika ada warga yang sakit, akan kita jemput dan rujuk ke rumah sakit. Bahkan untuk pengurusan BPJS, kami siap membantu hingga tuntas agar masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Parinringi menambahkan bahwa rumah singgah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam penanganan berbagai persoalan sosial di Sulawesi Tenggara, terutama bagi masyarakat kurang mampu, terlantar, maupun yang membutuhkan akses layanan dasar secara cepat dan terintegrasi.

Dengan adanya penguatan fungsi tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra berharap rumah singgah dapat menjadi ruang yang tidak hanya memberikan perlindungan sementara, tetapi juga mampu mendorong perubahan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik dan mandiri secara berkelanjutan.

Laporan : Redaksi