KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi membuka Ramadhan Sultra Fest 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah serta peluncuran layanan Anoa Link Bank Sultra. Pembukaan kegiatan yang dipusatkan di Pelataran MTQ Kota Kendari itu dilakukan langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan kualitas ibadah dan spiritualitas, tetapi juga periode penting dalam pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan dan konsumsi masyarakat selama Ramadan merupakan siklus tahunan yang harus diantisipasi secara cermat. Tanpa pengendalian yang baik, lonjakan permintaan dapat berdampak pada kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
“Stabilitas harga adalah kunci menjaga daya beli masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah hadir memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan tenang,” ujar Gubernur.
Gerakan Pangan Murah menghadirkan berbagai komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi. Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, distributor, serta instansi terkait guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Selain fokus pada pengendalian inflasi, Pemprov Sultra juga mendorong penguatan sektor keuangan daerah. Peluncuran Anoa Link Bank Sultra menjadi simbol transformasi layanan perbankan yang lebih modern, inklusif, dan berbasis digital. Gubernur menekankan bahwa Bank Sultra harus mengambil peran lebih besar dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke masyarakat pelosok.
“Bank Sultra tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas inklusi keuangan, dan mempercepat transaksi non-tunai di daerah,” tegasnya.
Ramadhan Sultra Fest 2026 yang berlangsung sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026 menghadirkan sekitar 40 tenant UMKM binaan hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia dan APKULINDO Sultra. Festival ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sebagai sentra kuliner berbuka puasa yang ramai dikunjungi warga.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendorong penggunaan transaksi digital melalui sistem QRIS, sejalan dengan upaya digitalisasi ekonomi daerah. Para pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai demi meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyerahkan beasiswa kepada 50 siswa madrasah berprestasi dengan total nilai Rp100 juta. Selain itu, diberikan pula santunan kepada 50 hafiz Al-Qur’an serta sertifikasi halal kepada 114 UMKM dan juru sembelih hewan. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Sulawesi Tenggara.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perbankan, regulator, dan pelaku usaha, Pemprov Sultra optimistis stabilitas ekonomi selama Ramadan dapat terjaga dengan baik. Ramadhan Sultra Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang religius dan sosial, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Bumi Anoa.
Laporan : Jaldin













